Dibuka 23 Juli dan kemudian ditutup 8 Agustus, salah satu Olimpiade termahal di dunia dan satu-satunya yang diadakan pada masa pandemi pun digelar. Bersama Paralimpiade Tokyo, perhelatan ini menelan dana 1,45 triliun yen atau Rp173 triliun.
Tercipta rekor dunia dalam 24 nomor dengan paling sering terjadi pada cabang renang dan dayung yang masing-masing menciptakan enam rekor dunia. Tiga rekor dunia pecah dalam cabang atletik dan balap sepeda, sedangkan empat rekor dunia pecah dari angkat besi di mana Indonesia mendapatkan satu medali perak dan tiga perunggu masing-masing dari Eko Yuli Irawan, Windy Cantika dan Rahmat Erwin Abdullah.
Perenang gaya bebas Australia Emma McKeon menjadi atlet yang memperoleh medali Olimpiade Tokyo paling banyak dengan total tujuh medali, sedangkan perenang Amerika Serikat Caeleb Dressel menjadi atlet yang paling banyak memperoleh medali emas dengan lima medali emas.
Olimpiade Tokyo yang memasukkan enam cabang baru juga membuat catatan tersendiri dengan menuliskan Momiji Nishiya dari Jepang menjadi atlet paling muda dalam Olimpiade ini yang memperoleh medali emas dalam usia 13 tahun 330 hari atau termuda kedua setelah Marjorie Gestring yang memperoleh emas Olimpiade Berlin 1936.
Kisah keunikan Olimpiade Tokyo tak berhenti di situ karena untuk pertama kalinya sebuah perhelatan olahraga mendapatkan engagement digital tertinggi. Selain memicu 250 juta posting video, Olimpiade ini juga menghasilkan 4,7 miliar engagement di media sosial.
Lain dari itu, Olimpiade Tokyo 2020 merupakan Olimpiade yang bersih dari doping dengan tak satu pun atlet yang didiskualifikasi karena doping.

Greysia/Apiryani dan Emma Raducanu
Sementara itu di dalam negeri, Indonesia sukses menggelar Pekan Olah Raga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Papua pada Oktober dan November.
Kedua acara ini disebut sukses salah satunya karena tak menciptakan gelombang infeksi seperti semula dikhawatirkan padahal varian Delta saat itu masih mengancam Indonesia.
Tak ada lonjakan kasus dalam acara olahraga terbesar nasional yang pertama diadakan dalam suasana pandemi dan pertama digelar di Papua ini di mana Jawa Barat menjadi juara umumnya.
Tahun ini juga Indonesia bisa berharap mendapatkan kado akhir tahun yang indah dari sepakbola setelah timnas asuhan Shin Tae-yong mencapai final keenamnya dalam Piala AFF yang tiga tahun lalu gagal dilakukan.
2021 juga menjadi tahun penuh kisah heroik dan...





