2021 juga menjadi tahun penuh kisah heroik dan rekor yang diciptakan individu atlet.
Dari tenis, Daniil Medvedev menjegal Novak Djokovic dalam final US Open sehingga menggagalkan petenis Serbia itu menyapu semua gelar Grand Slam dalam satu musim sehingga gagal pula menyamai prestasi Rod Laver.
Dari golf, Jon Rahm menjuarai turnamen bergengsi US Open yang didedikasikannya untuk Seve Ballesteros yang juga dari Spanyol yang meninggal dunia pada 2011.
Masih dari tenis, dongeng juga tercipta ketika Emma Raducanu yang tak berpengalaman dan hanya berperingkat 336 dunia menjuarai US Open dalam usia 18 tahun.
Dari tinju, Tyson Fury si Raja Gipsi mempertahankan gelar juara dunia kelas berat setelah menaklukkan penantangnya Deontay Wilder. Ini adalah pertarungan ketiga antara kedua petinju. Si Gypsy King akan berusaha menyatukan gelar juara dunia kelas berat jika nanti bertemu dan berhasil mengalahkan Oleksandr Usyk dari Ukraina.
Dari Tanah Air, ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu menorehkan kisah heroik di panggung Olimpiade dengan mempersembahkan satu-satunya medali emas Indonesia dari Tokyo 2020 yang juga emas pertama Olimpiade dari ganda putri bulutangkis.
Secara umum, upaya dunia, khususnya olahraga, untuk kembali ke kehidupan normal seperti sebelum pandemi, sudah dijalani yang hampir mulus terjadi, ketika vaksinasi luas dipraktikkan semua cabang, turnamen dan kompetisi.
Tetapi merebaknya lagi kasus infeksi akibat varian Omicron yang jauh lebih cepat menular mulai mengganggu lagi harapan kembali ke normal di mana Liga Inggris dan sejumlah liga lainnya di berbagai negara termasuk Amerika Serikat, berulang kali membatalkan jadwal karena pemain atau klub yang diserang kasus COVID-19.
Apakah situasi karena Omicron ini akan berlanjut tahun depan atau akan berhenti sehingga impian kembali ke normal seperti diupayakan dan dimimpikan sepanjang 2021 adalah masih menjadi pertanyaan.
Tapi setidaknya dibandingkan 2020, penyakit COVID-19 sudah menghadapi penangkal paling ampuhnya, yakni vaksin, yang akan semakin luas disuntikkan kepada penduduk dunia tahun depan sehingga kompetisi dan turnamen bisa diadakan semakin normal dibandingkan dengan tahun ini.#





