
CAJAYASIANG.ID, Minsel – Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Alat Tulis Kantor (ATK) Dana Bos Tahap Empat (4) SD GMIM Tawaang Tahun 2025 Kini Menjadi Sorotan Karena DiDuga Terjadi Manipulasi Data Anggara Secara Terstruktur dan Masif.
Dari informasi yang dihimpun media ini, dimana Dugaan adanya penyalahgunaan Anggaran ATK Dana Bos Tahap Empat (4) Tahun 2025 di SD GMIM Tawaang disebabkan karena hingga saat ini belum ada tanda tanda realisasinya.
Atas dasar informasi dan pengakuan sejumlah guru saat ditemui, menguatkan adanya Dugaan Penyelewengan terhadap Anggaran ATK Dana Bos Tahun 2025 yang terjadi secara terstruktur dan masif. Kamis, (15/01/2026).
Bendahara SD GMIM Tawaang Bella Lumangkun saat ditemui awak media ini membenarkan dan mengakui bahwa untuk pengadaan ATK Tahap Empat (4) belum ada pembelanjaan.
Namun saat ditanya terkait kapan pencairan Dana Bos, Bendahar secara terperinci menjelaskan bahwa untuk pencairan Dana Bos itu tanggal 19 Desember 2025. Tapi belum ada pembelanjaan.
“Itu doi so ada. Dan masih dipegang oleh kepala sekolah”. Jelasnya.
Jadi kurang mo tunggu kepala sekolah baru mo pigi ba blanja. Sambungnya dengan dialek manado.
Menguatkan pengakuan bendahara tersebut, awak media langsung mengkonfirmasikan hal tersebut kepada sejumlah guru.
Namun dari hasil konfirmasi bersama sejumlah guru kelas tersebut, awak media dikejutkan dengan adanya pengakuan yang mengejutkan dimana bahwa ternyata sejak dari tahap pertama (1) hingga Tahap Empat (4) ATK Dana Bos hanya sekali saja mendapatkan pembagian berupa Dua (2) buah Spidol.
Kepala sekolah SD GMIM Tawaang Hesje Kalengkongan ketika ditemui di ruangnya, senin, 19/01/205, dan saat dikonfirmasi kebenaran informasi terkait dana ATK yang masih berada ditangan kepala sekolah membenarkan bahwa dan tersebut masih ada ditangannya.
“Benar. Dana Pembelanjaan ATK ada ditangan kami. Tapi dalam waktu dekat akan segera dibelanjakan”.
Namun sayang pengakuan Anggaran ATK yang belum dibelanjakan tidak secara terperinci alasannya disampaikan kepala sekolah.
Ketika didesak alasan belum digunakannya dana tersebut, Hesje...






