“Tingkat pengangguran ini mengingatkan kita bahwa pertumbuhan ekonomi perlu berjalan seiring dengan kesiapan SDM dalam memanfaatkan peluang yang ada,” ungkapnya.
Sementara hasil tracer study Polimdo tahun 2024 menunjukkan sekitar 90 persen lulusan telah bekerja, berwirausaha atau melanjutkan studi dalam 12 bulan setelah lulus. Capaian itu dinilai perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak.
Hasil Survei Literasi dan Inklusi Keuangan
Mengacu hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2026 kolaborasi LPS, OJK dan BPS, indeks literasi keuangan nasional tercatat 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.
Khusus kelompok pelajar dan mahasiswa, tingkat inklusi mencapai 92,76 persen, namun literasinya masih di angka 62,72 persen.
“Angka ini menunjukkan masyarakat dan mahasiswa sudah semakin dekat dengan akses layanan keuangan, tetapi belum sepenuhnya diimbangi pemahaman yang memadai mengenai manfaat, risiko dan perlindungan produk keuangan,” jelasnya.
Selain itu, sebanyak 82,51 persen masyarakat telah memahami keberadaan lembaga penjamin simpanan, namun baru 46,31 persen yang mengenal LPS secara spesifik. Hal ini menjadi alasan pentingnya edukasi berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan LPS FinLab 2026 di Polimdo secara resmi dibuka dengan pembacaan pantun: “Ke Tomohon menikmati pemandangan, Danau Linow jadi kebanggaan. Mahasiswa Polimdo generasi masa depan, Cerdas finansial, bijak ambil keputusan.”
Pasa acara tersebut, salah satu peserta, Tasya Kindangen Mahasiswa Polimdo Jurusan Akuntansi Keuangan saat diwawancarai media cahaya siang id sangat menyambut baik kegiatan edukasi seperti ini.
“Tentunya saya dan teman-teman sangat senang dengan acara seperti ini. Kami dibekali ilmu dan mendapatkan pemahaman untuk bagaimana bisa mengelola keuangan dengan baik demi masa depan yang cerah. Apalagi narasumber yang dihadirkan juga cukup berpengalaman dalam menambah wawasan kami mahasiswa” ujar Mahasiswa yang kini duduk di semester 5 tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga cerdas secara finansial dan mampu membagikan literasi keuangan kepada keluarga dan masyarakat. (*James)



