
CAHAYASIANG.ID, MANADO – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar kegiatan LPS FinLab Forum Inklusi dan Literasi Keuangan Tahun 2026 di Auditorium Prof. Rudi Tenda, Jumat, 23 Oktober 2026.
Pantauan media, kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dibuka secara resmi mewakili Direktur Polimdo oleh Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Juliet P.T. Makinggung, SE., M.Si.
Kegiatan ini menghadirkan 150 mahasiswa terpilih dari Jurusan Akuntansi dan Jurusan Administrasi Bisnis, serta dihadiri Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan Akuntansi Joseph Tangon, jajaran dosen, dan civitas akademika Polimdo.
Hadir langsung Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua), Prayitno Ambaro beserta tim. Turut menjadi narasumber, Hanifah Nur Laily dari LPS dan Ketua HIPMI Sulawesi Utara, Dr. drg. Hizkia R. Sembel, M.S.
Apresiasi Polimdo dan Pesan Waspada Pinjol
Dalam sambutannya, Wadir Juliet menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPS yang telah memilih Polimdo sebagai tuan rumah penyelenggaraan edukasi literasi keuangan.
“Di era digital saat ini informasi sangat terbuka lebar. Namun mendapatkan pemahaman dan edukasi langsung dari lembaga resmi seperti LPS memberikan nilai tambah serta pemahaman yang akurat bagi mahasiswa. Ini menjadi momentum berharga agar mahasiswa belajar mengelola keuangan dengan bijak, menabung di tempat yang aman, serta terhindar dari risiko pinjaman online ilegal,” ujar Juliet.

Dorong Keterampilan Digital dan Literasi Keuangan
Sementara itu, Prayitno Amigoro – Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah Sulampua (Sulawesi – Maluku – Papua) dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan teknologi Artificial Intelligence (AI) bagi mahasiswa di era digital, namun tetap harus dikontrol sebagai alat bantu.
“AI saat ini tidak terlepas dari semua aspek kehidupan kita. Bahkan di dunia kerja pun, AI kita manfaatkan. Ini menjadi salah satu keterampilan yang pasti akan terpakai. Namun tetap harus ada kontrol dari diri kita, AI itu sebagai alat bantu saja,” ujar Prayitno.
Jawab Tantangan Ekonomi dan Ketenagakerjaan
LPS juga menyoroti data pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2025, perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen, Sulawesi Utara 5,66 persen, dan Kota Manado 5,77 persen. Namun tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Manado berdasarkan data BPS Agustus 2025 masih di angka 8,51 persen.
"Tingkat pengangguran ini mengingatkan kita bahwa pertumbuhan ekonomi...


