
CAHAYASIANG.ID, MANADO – Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pemerintah Kota Manado dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sukses ditunjukan dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-46 Tahun 2026, Kamis, 22 Oktober 2026, di Lapangan Sparta Tikala Manado.
GPM ini mengusung tema “Pangan Terjangkau, Keluarga Sejahtera” dan tema global Hari Pangan Sedunia “Innovate Today, Nourish Tomorrow – Berinovasi Kini, Menjaga Masa Depan”.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Tahlis Gallang menjelaskan tujuan utama GPM untuk menyemarakkan kegiatan peringatan Hari Pangan Sedunia. Di samping itu, yang kedua juga untuk melayani permintaan masyarakat.
“Tadi laporan dari Ibu Kadis Pangan bahwa kita sudah 438 titik, 478 kali melaksanakan Gerakan Pangan Murah. Itu semua ditujukan untuk bagaimana supaya masyarakat itu tidak terpengaruh dengan kondisi El Nino yang terjadi pada saat ini. Jadi sampai dengan akhir tahun pun kita akan gencar melaksanakan kegiatan ini,” ujar Tahlis.

Diketahui untuk menghadapi Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), frekuensi GPM akan ditingkatkan. Ini untuk mengantisipasi bagaimana supaya masyarakat itu fokus beribadah, tidak terpengaruh dengan harga pangan yang melonjak.
Pemerintah Kota Manado melalui Asisten III Donald Supit menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Bank Indonesia (BI), dan Perum Bulog yang telah mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tersebut.
“Program ini memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok ketika harga berbagai komoditas pangan dirasakan semakin tinggi, apalagi di tengah musim kemarau panjang, ketika harga berbagai kebutuhan terasa semakin mahal,” ujar Supit didampingi Kepala Dinas Pangan Kota Manado, Rollies Rondonuwu.

Selain itu, lanjut Supit, program GPM ini sangat membantu masyakarat Kota Manado yang ingin berbelanja bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Beras dan sejumlah bahan pangan lainnya menjadi kebutuhan yang banyak dicari masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan dapat membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Manfaat kegiatan tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat yang datang berbelanja di lokasi,” tambahnya.
Salah seorang warga, Ibu Meiko Kamasi, saat diwawancarai media cahaya siang id memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan pasar murah tersebut.

“Kegiatan ini sangat baik karena harga barang lebih miring dibandingkan harga di pasaran umum, sehingga sangat membantu masyarakat. Dari sisi penataan, sudah baik karena setiap produk difasilitasi dengan tenda-tenda sehingga warga tidak menumpuk di satu lokasi.” ungkap Meiko.
Lanjutnya, ia berharap intensitas kegiatan seperti ini terus ditingkatkan demi menjawab kebutuhan masyarakat Kota Manado. “Saya berharap kegiatan pasar murah ini bisa lebih sering diselenggarakan, misalnya 2 hingga 3 kali dalam sebulan. Terima kasih untuk Pak Wali dan Wawali” tutupnya.

Kegiatan ini dihadiri via Zoom oleh Kepala Badan Pangan Nasional Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dan hadir secara langsung Sekda Provinsi Sulut Tahlis Gallang, S.IP., M.M., Kepala Bulog Sulut & Gorontalo Dody Syahrial, Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Purwanto, Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulut Rahel Ruth Rotinsulu, S.STP., M.Si., Asisten 2 Kota Manado Atto Bulo, S.H., M.M., Kadis Pangan Daerah Kota Manado Rollies Royke Rondonuwu, AP serta Forkopimda Provinsi dan Kota Manado. (*L)


