CAHAYASIANG.ID, MANADO – Disela kesibukannya sebagai orang nomor satu di lingkungan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandou Manado, Direktur Utama dr. Jimmy Panelewen,SpB-KBD menerima audiens dari Tim Wartawan Ba Carita (WBC), Selasa (20/06/23).

WBC yang merupakan kolaborasi dua Media Online yakni Cahaya Siang dan Pelopor Berita menyambangi Dirut di ruang kerjanya.
Pendiri WBC James Lembong, Jenry Mandey dan Donny Liow bersama Wartawan WBC Rama Susanto duduk bersama Dirut dan jajarannya dalam audiensi yang berdurasi sekitar 1 jam ini.

Kepada Dirut, Tim WBC menanyakan terkait pelayanan dan pembangunan kesehatan yang sudah dan akan dilakukan oleh RSUP Prof Kandou Manado.
“Kalau terkait hal apa yang sudah kami lakukan, itu contohnya di bulan April tahun 2022. Kami berhasil melakukan operasi Pemisahan Anak Kembar Siam. Dan ini pertama kalinya operasi ini dilakukan di Rumah Sakit ini. Karena biasanya operasi seperti ini dilakukan di Jakarta. Namun Puji Tuhan dengan Doa, Keyakinan dan Kerja Keras Tim Medis kamipun berhasil melakukan operasi tersebut” ungkapnya kepada Tim WBC

Selain itu ia menambahkan pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandou juga telah berhasil melakukan operasi transplantasi ginjal pertama di wilayah Indonesia Timur pada bulan Maret tahun ini.
“Tentunya saya sebagai Direktur Utama bahkan semua jajaran kami yang terlibat dalam transplantasi ginjal pertama di Indonesia Timur ini sangat bersyukur kepada Tuhan, kami semua bisa dimampukan. Kami bangga ini bisa terlaksana dengan sukses. Operasi berjalan sangat lancar” terang Panelewen

Ditambahkan dokter yang dikenal humble ini, untuk kedepannya nanti RSUP Prof Kandou juga telah bekerjasama dengan Islamic Development Bank (IsDB) dalam pembangunan Gedung Kanker Terpadu.
“Ini merupakan upaya Kementerian Kesehatan RI melalui RSUP Prof Kandou, guna mewujudkan pelayanan kesehatan secara maksimal di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya. Proyek pembangunan gedung setinggi 12 lantai ini bakal ditopang penuh oleh IsDB. Semoga ini bisa cepat selesai dan bisa bermanfaat buat masyarakat Sulawesi Utara” ujar Dirut
Dokter spesialis bedah ini juga mengatakan bahwa tentu Rumah Sakit ini masih banyak kekurangan. Termasuk masalah tempat rawat inap yang masih kurang dan lain-lain. Tetapi dirinya menjelaskan bahwa melalui kekurangan tersebut pihaknya tetap berusaha melakukan hal-hal bahkan terobosan kedepan untuk kemajuan Rumah Sakit Tipe A di Sulut ini.
“Tentu kami juga masih banyak kekurangan. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik. Kami belajar dari kekurangan-kekurangan tersebut untuk bagaimana melakukan hal atu terobosan guna kemajuan Rumah Sakit ini. Sudah ada master plan untuk bagaimana Rumah Sakit ini kedepan akan jauh lebih baik lagi. Mungkin saja saya sudah tidak ada, atau bahkan justru sudah menjadi pasien ketika master plan ini terealisasi. Tetapi ini tentu akan sangat membanggakan dan bermanfaat untuk anak-cucu kita kedepan terkait kemajuan Rumah Sakit ini.” tutup Ketua Persatuan Rumah Sakit (PERSI) Wilayah Sulut ini sambil memperlihatkan Master Plan kepada Tim WBC. (*Tim)







