CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Forum Komunikasi Mahasiswa Pascasarjana Program Doktor (S3) Manajemen Pendidikan (MP) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Penguatan Tata Kelola Pendidikan Nasional dalam Meningkatkan Kualitas SDM di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0”

Kegiatan tersebut diadakan, Senin (19/6/2023), termasuk Dies Natalis ke-59 UNJ, Sementara untuk luring bertempat di Aula Latief Gedung Dewi Sartika lantai 2 UNJ kampus A, Sedangkan yang daring disiarkan melalui kanal YouTube Edura TV UNJ.
Seminar nasional itupun, menghadirkan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, sebagai Pembicara Kunci dengan Materi yang dibawakan, “Membangun Strategi Kemitraan Global dalam Meningkatkan Kualitas SDM di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0”.
Moeldoko menjelaskan sekaligus menitikberatkan pada persoalan, bahwa tantangan global saat ini salah satunya kualitas SDM.
Lebih Jelas, Panglima TNI 2013-2015 ini menjabarkan, Terdapat lima prioritas kerja pemerintah, yaitu Pertama Pembangunan Infrastruktur, Kedua Pembangunan SDM, Ketiga Reformasi Birokrasi, Keempat Perbaikan Regulasi, dan Kelima Transformasi Ekonomi.
“Untuk itu, ditengah tantangan global saat ini, termasuk green economy, kualitas SDM sangat penting sekali. Seminar UNJ ini, Saya kira sangat bagus sekali dan dapat menjadi perspektif dalam peningkatan kualitas SDM melalui penguatan tata kelola pendidikan,” kata Peraih Bintang Adhi Makayasa-Trisakti Wiratama 1981, melalui keterangan tertulis Humas UNJ, Selasa (20/6/2023).

Sementara itu, Tata Tavip Budiawan selaku Ketua Panitia menyampaikan, bahwa tema ini sengaja diangkat karena kami menyadari, SDM merupakan kunci penting dalam kemajuan bangsa di masa datang, dan tata kelola pendidikan yang berkualitas adalah katalisatornya.
“Melalui paparan dan pencerahan dari narasumber hebat, kami berharap akan semakin meningkatkan pemahaman dan komitmen kita untuk mengimplementasikan tata kelola pendidikan nasional yang berkualitas di semua lini, baik makro, meso, dan mikro,” ujar Tata Tavip Budiawanyang juga Ketua Panitia. (Dego*)






