
CAHAYASIANG.ID, SULUT – Tim Peneliti bersama Pemerintah Desa Sarawet menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Sentra Hotel Minahasa Utara, dengan melibatkan mitra Pokdarwis, SMK Pariwisata Likupang, dan Sekolah Tinggi Pariwisata Sulawesi Utara. Kegiatan turut dihadiri narasumber dari Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara dan Apwisindo Sulawesi Utara.
FGD ini bertujuan memperkuat langkah strategis dalam pengembangan Desa Sarawet sebagai desa wisata berbasis lingkungan. Agenda utama mencakup pembahasan implementasi konsep ecobrik sebagai upaya pengelolaan sampah plastik, serta perencanaan pengembangan ecowisata yang mengedepankan kelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Pariwisata menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini karena selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam mendorong desa-desa wisata. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan destinasi akan sangat dipengaruhi oleh kolaborasi lintas sektor.
Tim Peneliti memaparkan hasil kajian awal terkait potensi Desa Sarawet, termasuk kekuatan sumber daya alam, budaya masyarakat, dan kesiapan kelompok sadar wisata. Sementara itu, lembaga pendidikan pariwisata memberikan masukan mengenai peningkatan kapasitas SDM, pelatihan hospitality, serta penguatan peran generasi muda.
“Sebagai peneliti berharap hasil penelitian ini, dapat memberi dampak ekonomi, sosial dan lingkungan, ekonomi bisa menampah penghasilan masyarakat, secara sosial masyrakat sadar akan cara membuang sampah dg benar karena bisa bernilai ekonomi jika di manfaatkan daur ulang dan secara lingkungan bisa meningkatkan kebersihan dan keasrian lingkungan, tapi juga dg exobrik bisa menambah keindahan objek pariwisata yang berwawasan lingkungan yang hijau.” Ujar Stevi Kaligis.
FGD menghasilkan beberapa rekomendasi: penyusunan program pelatihan ecobrik, pengembangan jalur ecowisata, serta rencana integrasi promosi desa wisata. Pemerintah Desa Sarawet menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil FGD melalui koordinasi berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan.
Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan model pengembangan desa wisata berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain di Minahasa Utara.
Hadir juga dalam FGD ini sebagai Nara sumber dari DISPAR Minut yakni Ferdy D. R Tulong, S.ST, Par, dan juga Reinhard Samadi selaku Ketua Apwisindo Sulut. (*Red)





