CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Seruan kolaborasi Sipil-Militer makin menguat di masyarakat, hal ini bisa menjadi pertimbangan yang menentukan untuk keterpilihan capres dan cawapres di 2024 akan datang.

Menurut keterangan tertulis Sekjen Sekber Ganjar Nusantara Tomson Manurung, pada hari Jumat (19/5/2023), Koalisi partai harus mempertimbangkan hal ini dalam memilih calon cawapres pak Ganjar Pranowo.
“Pasangan Pak Ganjar dengan, Pak moeldoko disuarakan masyarakat diberbagai daerah. Melihat kedekatan kedua tokoh ini, merupakan pasangan yang ideal melanjutkan Program dan pembangunan yang dibuat oleh Presiden Joko widodo,” ujarnya.
Sementara, Ia menambahkan, Pak Ganjar yang dibesarkan dilingkungan marhaenis, anak idiologisnya bung Karno, merupakan cucu dari Kiai Hisyam memiliki nama kecil Muhammad Qosim (kata Gus Baha).
Dilanjutkan Tomson Manurung, Gus baha mengaku bahwa beliau dulu santri nya Kiai Hisyam.
“Menurut Gus Baha, Kiai Hisyam memang merupakan ulama yang sangat disegani dan dihormati dimatanya. Dari uraian Gus Baha tentu ke NU an nya Pak Ganjar tidak diragukan lagi,” katanya.
Selain itu, Tomson Manurung menekankan Pak Moeldoko Militer tulen, peraih Adhi Makayasa – Tri Sakti Wiratama 1981, Adapun jenjang kariernya antara lain:
* Asops Kasdam VI/Tanjung
Pura.
* Dirbindiklat Pusseni Komandan Rindam VI/Tanjung Pura (2005)
* Komandan Korem 141/Todopuli Bone (2006)
* Pa Ahli Kasad Bidang Ekonomi (2007).
* Direktur Doktrin Kodiklat TNI AD (2008)
* Kasdam Jaya (2008)
* Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad (2010).
* Panglima Kodam XII/Tanjungpura (2010)
* Panglima Kodam III/Siliwangi (2010),
* Wakil Gubernur Lemhannas (2011)
* Wakasad (2013)
* KSAD (2013)
* Panglima TNI (2013-2015)
* Kepala Staf Kepresidenan (2018 s.d.sekarang)
Sehingga, Dalam kalkulasinya, Karier yang moncer dan luar biasa dari pak Moedoko, sehingga beliau sangat memahami geopolitis maupun geostrategis, kelak memudahkan kerja Pak Ganjar sebagai Presiden.
_Masyarakat Di Berbagai Daerah Dalam Kepemimpinan Kedepan Berharap Sipil-Militer Adalah Suatu Keharusan_
Tomson Manurung mengatakan, mungkin hal ini disuarakan dan diiginkan rakyat, karena melihat berbagai hal di media sosial, diantaranya:
* Perang Rusia VS Ukraina
* Krisis Pangan Global.
* Krisis Ekonomi Global.
* Pasca Covid-19.
* Kebinekaan yang menurun.
“Kecerdasan masyarakat dalam memahami situasi sulit saat tertentu dikarenakan sosial media yang sangat masif, tidak hanya pada tingkat elit politik saja, tapi juga di tingkat masyarakat bawah,” ungkapnya.
Sebab itu, Bagi Dia, Suara rakyat bawah tentu, harus kita dengar dan hal itu konsekuensi dari situasi yang sangat mencekam saat ini. Kolaborasi Sipil-Militer yang dikumandangkan rakyat bawah tentu tidak terlepas dari lima faktor diatas.
“Masyarakat sangat berharap TNI yang kuat dan mumpuni,...






