“Jadi waktu itu karena juga lokasi pendidikan jauh dan tidak mungkin setiap kali ada panggilan atau undangan saya hadir. Jadi diwakilkan kepada orang tua saya karena saya rasa orang tua ASN, jadi mereka mengerti administrasinya. Dan akhirnya keluarlah surat TGR itu. Gaji dihentikan April 2019, dan Mei sudah tidak menerima gaji,” jelas dr. Eunike.
Diungkapnya juga bahwa waktu itu dirinya tidak mendapatkan TTP pada waktunya. Setelah selesai menempuh pendidikan pada September 2022, dirinya kemudian balik ke Manado pada bulan November karena ada berkas-berkas yang harus diselesaikan.
Pada bulan November itu juga dirinya menghadap ke Kaban BKPSDM dan melaporkan bahwa dirinya sudah selesai pendidikan sambl menunjukan ijasahnya dan memohon petunjuk terkait statusnya apakah ASN aktif atau non aktif.
Kepada Kaban BKOSDM, dr. Eunike mengatakan kalau dirinya memang bukan lagi ASN, maka ia akan berkarir di luar Kota Manado dengan memastikan meninggalkan catatan yang baik, tidak mau ada catatan berhutang atau TGR.
Saat itu, Kaban BKPSDM mengatakan kepadanya bahwa ia masih sebagai pegawai aktif. Terkait itu, dr. Eunike mememinta penegasan: “Pak saya tidak mau dengar lagi alasan hanya dengan kata-kata, sudah dok sekarang dokter di tempatkan di RSUD Manado. Dan saya katakan harus tunjukan dulu surat bukti. Tak sampai 30 menit, keluarlah surat tersebut pada 15 November,” jelas dr. Eunike.
Di hari itu menurut dr. Eunike, ia langsung melapor ke Direktur RSUD Kota Manado, yang pada waktu itu dijabat okeh dr. Joy Sekeon. Ia diterima oleh Direktur yang mengatakan kepadanya bahwa karena RSUD belum aktif, jadi ia diminta datang untuk absen dulu.
“Bulan Desember saya belum mendapat gaji atau hak sebagai ASN padahal kan sudah aktif. Nanti mendapat gaji di Januari 2023. Terkait dengan fungsional sampai saat ini 2025 juga belum mendapatkannya. Tapi anehnya sampai hari ini di ulas ulang lagi masalah saya,” beber dr. Eunike.
Pasca penyampaian pembelaan dari dr Eunike itu, sidang dilanjutkan dengan beberapa pertimbangan yuridis dan teknis yang disampaikan oleh Dr Bart Assa, PhD. (*/ak)





