CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat KLB Pimpinan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Saiful Huda Ems menanggapi Pernyataan politisi partai Nasdem Effendy Choirie.

“Itu jelas mengada-ada dan terlihat dia benar-benar tidak tahu masalah yang sebenarnya dengan konflik internal atau dualisme kepemimpinan Partai Demokrat ini yang berlangsung sejak lama,” ujar Pria yang berprofesi sebagai lawyer ini kepada CAHAYASIANG.ID. Selasa (4/4/2023).
Saiful Huda Ems melanjutkan, Konflik Partai Demokrat yang berakhir dengan dilaksanakannya Kongres Luar Biasa (KLB) di Deliserdang pada 5 Maret 2021, terlebih dahulu mendemisionerkan kepengurusan DPP Partai Demokrat yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono.
“Effendy Choirie ini memang provokator ulung yang kelihatannya sedang bekerja untuk menjauhkan Nasdem dari Pemerintahan Jokowi,” sebutnya.
Pria yang berprofesi sebagai lawyer itu juga menambahkan, Ketidak-sukaan Effendy Choirie yang cukup lama dengan Pemerintahan Jokowi, menjadikannya terus mengarahkan plototan matanya ke Pemerintahan Jokowi, hingga jika ada hal apapun saja yang datang dari pejabat Pemerintahan Jokowi selalu diwaspadai dan ditolaknya.
“Effendy Choirie yang sedang dikuasai pikiran negatif itu seakan akan sampai buta, hingga tidak bisa membedakan mana Moeldoko yang menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, dan mana Moeldoko sebagai warga negara yang memiliki hak politik untuk berkiprah di partai politik,” sambungnya.
Saiful juga mengatakan, jangan mencampur adukan Moeldoko sebagai pejabat pemerintah dan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Itu merupakan suatu kekeliruan besar yang mencerminkan ketidaktahuan dan ketidakdewasaannya dalam politik, dan berpolitik.
“Pengajuan Peninjauan Kembali (PK) oleh DPP Partai Demokrat KLB merupakan hak konstitusional yang dilindungi oleh Undang-Undang, mempersoalkan PK yang diajukan oleh DPP Partai Demokrat KLB,” ungkapnya.
Saiful Huda Ems menjelaskan modus penggiringan opini tersebut, terlebih menuduhnya sebagai intervensi pemerintah yang ingin menjegal pencapresan Anies Baswedan dan ingin membubarkan Koalisi Perubahan.
“Persatuan yang digagas oleh Nasdem, Partai Demokrat versi Cikeas dan PKS, merupakan bentuk akumulasi kedengkian politik Effendy Choirie pada Pemerintahan Jokowi yang sempurna dan sangat terkesan mengada-ada,” bebernya. (*Dego)






