CAHAYASIANG.ID, MINUT – Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV Sulawesi Utara dan Gorontalo Hendro Satrio terus berkomitmen membangun Daerah di Nyiur melambai.
Di tahun 2023, BPJN Kementerian PUPR Sulawesi Utara mendapat anggaran pembangunan Infrastruktur senilai 847 miliar.
Namun beberapa proyek yang dikerjakan oleh BPJN menuai kritik. Salah satunya di ruas jalan daerah Winangun dalam proyek penambalan jalan yang dikerjakan, terlihat saat hujan ini akan membuat mutu kualitas aspal tidak maksimal dan rekatan aspal tidak akan menempel dengan baik akibat genangan air di jalan yang akan di gali.
Pengerjaan proyek tersebut mendapatkan kritik dari Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Komunitas Independen Perduli Asas Rakyat (KIBAR) Sulut melalui Wakil Ketua Investigasi Frangky Bee.
“Kepala Satuan Kerja ( KASATKER) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang nakal akan kami laporkan, bahkan jika perlu akan kami bawa ke Aparat Penegak Hukum (APH).” tegasnya
Ia pun dengan tegas mengecam pekerjaan dari KASATKER dan PPK yang menurutnya asal jadi.
“Saya mengecam keras pekerjaan yang di kerjakan PPK 1.1 Ichwan beserta Kasatker PJN 1 Sulut Ibu Juliati K Manu. Yang mana semua pekerjaan dari Kasatker Julianti berserta anak buahnya selalu mendapat sorotan dari LSM karna dinilai asal jadi hingga perlu di periksa oleh APH dan Dinas terkait.” ujar Franky.
Hingga kini, Kasatker dan PPK sangat sulit ditemui dan terkesan alergi kritik. Untuk itu Frangky Bee berharap semoga Kepala Balai BPJN XV Sulut dan Gorontalo, Hendro Satrio jeli melihat kinerja bawahannya.
“Bilamana ada yang nakal, agar Kepala Balai BPJN jangan ragu-ragu mencopot atau mengganti bawahannya yang tidak mampu bekerja secara maksimal” tutup Frangky. (*Rama)








