“Siapa, maksud anda MUI?,” Tanya Andy F Noya.
Ya pokoknya lembaga itu, yang sebetulnya sudah terbukti menjadi sarang teroris. Kan sudah ada dua anggotanya yang tertangkap Densus 88 Anti Teror? Sudah terbukti kan? Lah kok sekarang mereka malah menuduh kami?
Begitu kira-kira bantahan dari Ponpes Al-Zaytun Syekh Panji Gumilang.
Jika ditelusuri riwayatnya, Syekh Panji Gumilang ini asli orang Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik, yang tak jauh dengan Desa atau Kecamatan tempat kelahiran saya.
Di daerah itu, rasa-rasanya tidak ada sejarahnya sebagai pendukung NII, bahkan konon Syekh Panji Gumilang ini keturunan dari KH Faqih Maskumambang Dukun Sedayu Gresik yang merupakan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Ada juga Kyai yang sangat masyhur di Ponpes Walisongo Cukir Jombang yang dilahirkan di Ponpes Maskumambang Kecamatan Dukun Sedayu Kabupaten Gresik, beliau adalah Almarhum KH Adlan Ali yang dahulu sangat dihormati para Santri Cukir dan Tebuireng Jombang. Sewaktu beliau meninggal (6 Oktober 1990), saya ikut menguburkannya bersama ribuan Santri Tebuireng kala itu. Makam beliau ada di dekat nisan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebuireng Jombang. Jadi sekali lagi, kalau dilihat dari riwayat daerah kelahirannya, Syekh Panji Gumilang ini tidak saya temukan hal yang bisa terhubung dengan sejarah NII, bahkan yang ada adalah para pejuang sejati NKRI yang tergabung dalam NU.
FPI SEDANG MENARIK SIMPATI MASYARAKAT
Jika kemudian seiring waktu dan usianya ditemukan penyimpangan pemikiran dan ajaran Syekh Panji Gumilang, itu sepenuhnya kami serahkan pada pihak yang berwenang untuk melakukan penyelidikan atau penyidikan. Yang jelas, sangatlah sembrono dan berbahaya, bila FPI nantinya dibiarkan untuk menyelenggarakan Pengadilan Jalanan. Dalam kehidupan Pondok Pesantren yang terdapat ribuan santri, tentunya akan selalu saja ditemukan tindakan-tindakan kriminal di dalamnya, itu saya pikir sudah umum, dan menjadi bagian dari psikologi massa. Di agama lainnya yang mengikuti pola pendidikan ala Pondok Pesantren, saya dengar juga selalu saja terjadi hal yang demikian. Dan itu merupakan ranah dari penegak hukum (kepolisian) untuk mengungkap atau menindaknya.
Namun bila itu terjadi, seharusnya tidak selalu dikait-kaitkan dengan Syekh Panji Gumilang sebagai pemimpinnya, karena Syekh Panji Gumilang bisa saja tidak tau apa-apa soal apa yang pernah terjadi pada ribuan santrinya. Terkecuali apabila tindakan kriminal itu dilakukan Syekh Panji Gumilang sendiri, atau setidaknya melibatkan dirinya, barulah wajar beliau mendapatkan hukumannya. Kalau sudah bicara tentang kriminal bukankah FPI lebih banyak yang sudah terbukti melakukannya? Maka janganlah kita terburu-buru untuk menghakimi Al-Zaytun dan Syekh Panji Gumilang, sebab bisa jadi Al-Zaytun justru selama ini menjadi Benteng Penguat Ideologi Pancasila yang sangat susah sekali dirobohkan oleh mereka, para pengusung ideologi Khilafah.
FPI sedang berusaha menarik simpati masyarakat setalah disikat habis ormasnya oleh Pemerintah, waspadalah! Tunggu saja, sampai di ujung proses hukum terhadap kasus ini. Kita semua percaya pada POLRI! (Dego*)






