CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi memberikan penilaiannya kepada Rocky Gerung, yang menurutnya tak mencerminkan seorang intelektual sebagai akademisi dan pengamat politik.
“Kalimat yang disampaikan sangat emosional, menghina dan merendahkan, tidak mencerminkan kalimat seorang intelektual. Apakah seperti itu ciri-ciri aliran filsafat kedunguan?” kata Achmad Baidowi, dikutip, Sabtu (5/8/23).

Penilaian Politisi PPP tersebut muncul akibat melihat pernyataan “Itu Bajingan Yang Tolol” Rocky Gerung, menurut pandangan banyak orang, bukan semata menghina Jokowi sebagai sebuah pribadi. Tapi tak luput dari itu semua, sebagai Simbol Kepala Negara, juga menabrak Tata Krama, Norma, serta Etika Moral hidup bermasyarakat.
Dengan tegas, Achmad Baidowi mengatakan, pihaknya tak melarang siapapun untuk mengkritik, sepanjang tidak melecehkan.
“Silakan saja mengkritik, tapi jangan menghina dan melecehkan. Kalau menghina dan melecehkan itu ada konsekuensi hukum,” ucap Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI tersebut.
Politisi PPP itupun menyinggung Rocky Gerung tdampak ucapan “Itu Bajingan Yang Tolol” kepada Presiden Jokowi.
“Kalau nanti ada proses hukum, jangan sampai dibilang kriminalisasi,” pesan Achmad Baidowi terhadap Rocky Gerung. (Dego*)






