CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Joanes Joko mengatakan, Pemerintah terbuka menerima kritik, masukan, saran kepada terhadap Presiden Jokowi, asal hal itu dilakukan dalam ruang tertutup.

Menyikapi pernyataan “Itu Bajingan Yang Tolol” terhadap Presiden Jokowi, Menurut salah satu Tenaga Ahli KSP tersebut, Pernyataan Rocky Gerung menjadi masalah karena dilakukan di ruang publik.
“Ada hal-hal yang perlu direspon secara tepat, agar situasi saat ini tidak berkembang menjadi bola liar. Yang dapat membahayakan ketertiban umum,” kata Joanes Joko dalam siaran TV Nasional, dikutip, Sabtu (5/8/2023).
_CACI MAKI ROCKY GERUNG APAKAH WAJAR?_
Pada kesempatan itu, Ia mengaku, pihaknya setiap hari menerima kritikan, saran, masukan. Bahkan ada cacian dan makian yang disampaikan kepada Jokowi.
Namun, Dirinya menambahkan, hal itu tak menjadi persoalan. Sebab, disampaikan atau dilakukan di ruang tertutup.
“Karena kalau sudah cacian, makian dilakukan di ruang publik, dalam konteks Rocky Gerung, apakah itu sesuatu yang wajar atau tidak?” ujar Joanes Joko bertanya balik.
_YANG DILAKUKAN ROCKY GERUNG TIDAK BOLEH DIWAJARKAN_
Sejatinya, Joanes Joko menjelaskan, Apa yang dilakukan Rocky Gerung tidak boleh diwajarkan, Hal itu harus diantisipasi karena bisa berdampak dimasa yang akan datang.
Dia juga menuturkan, Pihak Staf Kepresidenan awalnya tidak mau merespon pernyataan Rocky tersebut. Seiring berjalannya waktu, ada pihak-pihak tertentu yang seolah-olah membenarkan aksi tersebut sehingga perlu direspon.
“Ketika dilebelin dengan kata B dan T di ruang publik, dimaki-maki seperti itu, apakah itu sesuatu yang layak? Apakah sesuatu yang beradab? Apakah kita mau anak-anak kita menggunakan kata B dan T itu untuk memaki,” semprot kesal Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia itu. (Dego*)






