
CAHAYASIANG.ID SULUT — Suasana penuh antusiasme dan kebanggaan menyelimuti lingkungan Politeknik Negeri Manado saat menyambut kunjungan kerja Inspektur Jenderal Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Dr. Katarina Mulyana Girsa, SH, SE, MH, Senin (14/07/25).

Kunjungan bersejarah ini menjadi momentum penting bagi segenap civitas akademika Politeknik Negeri Manado untuk menyampaikan aspirasi dan menunjukkan perkembangan terkini kampus vokasi unggulan di Sulawesi Utara,
Dalam sambutan hangatnya, Direktur Politeknik Negeri Manado, Dra. Maryke Alelo, MBA, mengungkapkan rasa syukur dan penghormatan atas kehadiran Ibu Irjen.

“Selamat datang Ibu Dr. Katarina Mulyana Girsa di Politeknik Negeri Manado. Kehadiran Ibu adalah kehormatan besar sekaligus penyemangat bagi seluruh keluarga besar Polimdo dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi,” ujar Direktur.
Maryke Alelo juga menjelaskan perkembangan kampus saat ini, yang memiliki 6 jurusan dengan 22 program studi, termasuk satu program Magister Terapan dan tiga program studi baru dalam tahap persiapan. Saat ini, Politeknik Negeri Manado melayani lebih dari 4.750 mahasiswa, mayoritas berasal dari wilayah Indonesia Timur.

“Kami terus berupaya memperluas akses pendidikan, termasuk mengusulkan penambahan lahan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang lokasinya strategis dan berdekatan dengan kampus utama,” jelasnya.

Politeknik Negeri Manado juga mendapatkan proyek pembangunan gedung baru melalui Dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang segera direalisasikan khususnya untuk pengembangan fasilitas laboratorium dan peralatan modern di Jurusan Teknik Sipil.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur menegaskan komitmen Polimdo untuk terus menjaga aksesibilitas pendidikan bagi mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Dengan skema biaya kuliah terjangkau sekitar Rp 5 juta yang dapat diangsur, Polimdo membuka peluang bagi anak-anak muda Indonesia Timur untuk meraih pendidikan berkualitas.

“Politeknik Negeri Manado juga aktif memperluas jaringan kerja sama internasional, mulai dari kemitraan dengan perguruan tinggi di China, Taiwan, Jepang, hingga Amerika, Inggris, dan Prancis, termasuk kerja sama dengan industri seperti bandara dan maskapai di Jepang khusus di bidang kargo,” tambahnya.

Selain itu, dalam rangka transformasi menuju Badan Layanan Umum (BLU), kampus terus menjaga keseimbangan antara peningkatan mutu layanan pendidikan dan keterjangkauan biaya kuliah mahasiswa.

Kunjungan ini diakhiri dengan dialog interaktif antara Ibu Inspektur Jenderal dengan jajaran pimpinan kampus, senat, dosen, serta mahasiswa, yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi untuk memajukan pendidikan vokasi di Indonesia. (*RS)






