CAHAYASIANG.ID, MANADO — Politeknik Negeri Manado (Polimdo) dan Pemerintah Kota Manado resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk penguatan kerja sama dalam pengembangan pendidikan, inovasi teknologi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di kampus Polimdo dan dirangkaikan dengan kuliah umum yang menghadirkan langsung Wali Kota Andrei Angouw sebagai narasumber.
Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Manado yang terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi vokasi dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurut Alelo, sejumlah inovasi telah dihasilkan oleh mahasiswa dan dosen Polimdo bersama pemerintah dan masyarakat. Meski skalanya tidak terlalu besar, namun inovasi tersebut dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas institusi.
Beberapa inovasi yang telah dilakukan antara lain pembangunan akses jalan sederhana menggunakan paving block di sejumlah wilayah, pengembangan sistem peringatan dini banjir atau flood early warning system, serta pembuatan aplikasi pelaporan yang bekerja sama dengan dinas terkait, termasuk dinas yang menangani perlindungan perempuan dan anak.
“Inovasi-inovasi ini mungkin terlihat kecil, tetapi sangat penting bagi pengembangan institusi dan juga bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap dinas-dinas terkait dapat memberikan pengakuan melalui berita acara bahwa inovasi yang dibuat mahasiswa dan dosen Polimdo ini benar-benar digunakan dan bermanfaat,” ujar Alelo.
Ia juga menegaskan bahwa pengakuan dari para pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah, akan sangat membantu peningkatan nilai akreditasi institusi sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi Polimdo bagi pembangunan daerah.
Selain membahas kolaborasi inovasi, pihak kampus juga menyampaikan tantangan yang dihadapi Polimdo, terutama keterbatasan lahan kampus yang semakin terasa seiring meningkatnya jumlah mahasiswa yang kini mendekati 5.000 orang.
Saat ini Polimdo tengah membangun gedung baru melalui program SBSN, namun pengembangan kampus ke depan masih membutuhkan tambahan lahan. Karena itu, pihak kampus berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk mendorong solusi penyediaan lahan pengembangan.
Sementara itu, Wali Kota Manado, Andrei Angouw, dalam kuliah umum yang disampaikannya menegaskan bahwa kualitas perguruan tinggi sangat ditentukan oleh keberhasilan para alumninya di dunia kerja maupun sebagai wirausahawan.
“Kampus harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan, etos kerja, karakter, serta semangat kreatif yang tinggi. Ketika alumninya berhasil, maka perguruan tinggi tersebut akan semakin dipercaya dan diminati masyarakat,” kata Angouw.
Ia juga menyoroti tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia, sehingga mahasiswa perlu membekali diri dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain itu, Angouw menekankan pentingnya mahasiswa memahami perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), yang saat ini semakin banyak digunakan di berbagai sektor.
“Menguasai teknologi seperti AI sangat penting agar kita tidak tertinggal dengan perkembangan zaman. Jika ada teknologi yang bisa mempermudah pekerjaan, maka harus dimanfaatkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Angouw juga memaparkan sejumlah program pembangunan di Manado, termasuk peningkatan layanan transportasi publik melalui Bus Trans Manado yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai alternatif transportasi sehari-hari.
Ia juga mendorong Polimdo untuk terus menghasilkan inovasi teknologi yang dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, seperti pengelolaan sampah di kawasan pesisir maupun pengembangan teknologi pertanian yang lebih efektif.
Kuliah umum ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Polimdo, para wakil direktur, kepala pusat, pimpinan unit kerja, serta mahasiswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias.(*RS)





