“Kita ingin anak-anak kita ke luar negeri, tetapi selama ini ada rasa maju-mundur karena perlindungan hukum bagi mahasiswa belum terlalu kuat. Bersama BP3MI ini kami sangat berharap kesempatan ke depan bagi anak-anak kita bisa terbuka lebih luas dengan jaminan hukum yang lebih pasti dan lebih kuat,” jelasnya.
Maryke menilai kerja sama antara BP3MI dengan perguruan tinggi dapat menjadi langkah strategis untuk memastikan mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja atau pendidikan di luar negeri, tetapi juga memperoleh perlindungan yang memadai.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat BP3MI Sulawesi Utara dalam merespons kebutuhan perguruan tinggi vokasi.
“Puji Tuhan, Tuhan mengirim Kepala BP3MI ke Politeknik dan tidak lama-lama langsung mengeksekusi program-program yang sangat positif,” ungkapnya.
Menurut Maryke, kolaborasi yang melibatkan politeknik umum maupun politeknik kesehatan di kawasan Sulawesi Utara, Maluku dan Ternate berpotensi memberikan dampak luas terhadap pengembangan sumber daya manusia.

Ia berharap peningkatan kompetensi lulusan melalui pengalaman internasional nantinya dapat berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran dan memperluas peluang kerja bagi generasi muda.
“Ini bersama-sama menggandeng seluruh politeknik, baik politeknik umum maupun politeknik kesehatan. Ini akan memberikan dampak yang luar biasa bagi Sulawesi Utara,” katanya.
Maryke juga menekankan pentingnya memastikan setiap program yang dijalankan memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan institusi, dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi serta perlindungan hukum.
“Di kementerian kita diminta berdampak, tetapi kita juga takut dampaknya terakhir di penjara. Jadi kalau boleh berdampaknya itu, dampaknya positif, jangan di penjara,” ujarnya disambut suasana penuh keakraban.
Melalui kesepakatan kerja sama tersebut, perguruan tinggi berharap akses mahasiswa terhadap program internasional dapat semakin terbuka, sekaligus memberikan kepastian mengenai perlindungan, pendampingan, serta aspek legal selama mahasiswa menjalani kegiatan di luar negeri.
Kerja sama ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara BP3MI dan perguruan tinggi vokasi dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, berdaya saing global, serta siap memasuki dunia kerja internasional.
“Terima kasih banyak. Tuhan memberkati BP3MI dan seluruh jajarannya,” pungkas Maryke.(*RS)


