
CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu (22/7/2026), mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah kampung. Bencana tersebut menyebabkan belasan rumah warga mengalami kerusakan, dua rumah dinas tenaga kesehatan terdampak longsor, serta puluhan rumah lainnya terendam banjir.
Kapolsek Tamako, Meldi Roring, S.H., melaporkan bahwa sejak pukul 08.00 Wita, personel Polsek Tamako melaksanakan monitoring di wilayah hukum Polsek Tamako untuk memantau perkembangan situasi dan dampak yang ditimbulkan akibat hujan berintensitas tinggi.
Di Kampung Lelipang, tiga rumah warga terdampak banjir. Rumah milik keluarga Manikome Lumahedo dan Hiwoiang Daud mengalami rusak berat dengan estimasi kerugian masing-masing sekitar Rp40 juta. Sementara rumah milik keluarga Apelia Himponga mengalami kerusakan ringan pada bagian dapur belakang dengan perkiraan kerugian sekitar Rp20 juta.
Sementara itu, di Kampung Binala, dampak longsor lebih besar. Rumah milik keluarga Viron Naro mengalami rusak berat akibat banjir dengan kerugian sekitar Rp30 juta. Sedangkan rumah keluarga Samalam Tahumingge, Mengkalor Bio, Solohiga Daluase, Marode Sahiu, Katamang Ruban, dan Katamang Kakahis mengalami rusak berat akibat tanah longsor dengan nilai kerugian bervariasi antara Rp20 juta hingga Rp150 juta.
Selain rumah warga, dua unit rumah dinas Puskesmas Siloam Tamako juga mengalami kerusakan berat akibat longsor dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp200 juta.
Di Lindongan II Kampung Pokol, banjir merendam sekitar 60 rumah dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 50 sentimeter. Beruntung, sekitar pukul 12.30 Wita debit air mulai berangsur surut sehingga genangan mulai berkurang. Meski kerusakan material cukup besar, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sebagai bentuk respons cepat, pada pukul 13.30 Wita, Plh Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP, Edwin Rumokor, S.H., M.H. bersama Pejabat Utama Polres Kepulauan Sangihe, turun langsung meninjau lokasi bencana di Kampung Lelipang dan Kampung Binala.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut, Kabag Ops AKP H. Katiandagho, S.E., Kabag SDM AKP Anderson Rahotang, Kasat Polair IPTU Jeferson Pusunggulaa, S.E., Kasat Narkoba IPTU Muhammad Idwan Mahalieng, S.H., M.H., serta Kapolsek Tamako Meldi Roring, S.H.. Setelah memastikan kondisi di lapangan, rombongan kembali ke Tahuna pada pukul 15.10 Wita.
Selain melakukan peninjauan, personel Polsek Tamako turut membantu warga membersihkan material banjir dan longsor serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan maupun pemerintah kampung untuk memantau perkembangan situasi.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor maupun bantaran sungai agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem masih berlangsung. Warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi hujan semakin membahayakan.
Hingga laporan terakhir, situasi di wilayah Kecamatan Tamako dalam keadaan aman dan terkendali, sementara aparat kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap potensi bencana susulan serta pendataan kerusakan yang terjadi. (*/Anto)


