CAHAYASIANG.ID, SULUT – Kepala Staf Kepresidenan RI (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman S.E., M.M., M.H. bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengunjungi Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara pada Jumat (08/05/2026).
Tiba di Bandara Sam Ratulangi sekira Pukul 14.00 Wita, Ahmad Muzani dan Dudung Abdurachman disambut Tarian Kabasaran di ruang VIP Bandara dan kemudian langsung dipakaikan kain oleh Nyong dan Noni Sulut serta Tonaas Wangko / Ketua Umum Ormas Adat dan Budaya Waraney Tanah Toar Lumimuut Audy Jimmy Malonda didampingi Panglima Besar Michael Walean dan Sekretaris Jenderal Frangky Longdong.
“Selamat datang di Bumi Nyiur Melambai, Tanah Minahasa, Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara” Ujar Audy Malonda kepada Ahmad Muzani dan Dudung Abdurachman saat memakaikan kain dileher sebagai simbol ucapan selamat datang.
“Kami Ormas Adat Waraney TTL selalu menyambut baik tokoh-tokoh nasional yang memiliki kepedulian terhadap persatuan bangsa.” Kata Malonda saat diwawancarai.
Sementara itu, Sekjen Waraney TTL Frangky S. Longdong, S.E., dan Panglima Besar WTTL Maikel Walean memastikan bahwa prosesi penjemputan dan pengawalan selama kegiatan berlangsung telah dikoordinasikan dengan sangat matang.
“Ini menunjukkan kedisiplinan serta soliditas pasukan adat Waraney TTL di lapangan. Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman tampak sangat mengapresiasi dan terkesan dengan sambutan budaya yang kental akan nilai-nilai patriotisme dan ksatria dari pasukan Kawasaran tersebut.” tambah Longdong.
Ketua MPR RI dan KSP diterima secara langsung oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) melalui Sekretaris Pemprov Sulut Tahlis Gallang berserta jajaran yang ada, tampak hadir juga Marthin Daniel Tumbelaka Anggota DPR RI dari Partai Gerindra.
Usai dari Bandara, Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan KSP Jenderal Dudung beserta rombongan langsung naik ke mobil untuk melakukan agenda kerja yang ada dan setelah itu tampak KSP Jenderal Dudung langsung menuju ke kediaman Revan Saputra Bangsawan (RSB) di Villa RSB Winangun.
Kunjungan ini diharapkan dapat semakin mempererat tali silaturahmi serta membawa dampak positif bagi masyarakat Sulawesi Utara, khususnya dalam merawat kebhinekaan dan nilai-nilai kearifan lokal. (*Pet)


