Disela waktu tidak cuci darah, ia masih membantu suaminya mengumpulkan botol plastik bekas untuk ditukar dengan uang.
Walau badannya kesakitan, tapi dengan gigih tetap ia jalani.
Dalam dinding fb-nya ia pernah menuliskan kata-kata yang membuat siapa saja membacanya akan tersuntik semangatnya.
Cara Allah menyayangiku bukan dengan meringankan masalahku, tapi dengan menguatkan hatiku dan jiwaku, sehingga sehebat apapun masalahku akan tetap bertahan dan tidak mudah menyerah.
Cara Allah menyayangiku bukan dengan mengurangi beban yang aku pikul,tapi dengan mengokohkan pundakku sehingga aku akan terus mampu memikul amanah yang diberikan kepadaku.
“Cara Allah menyayangiku mungkin tak memudahkan jalanku menuju sukses,tapi dengan kesulitan yang kelak baru aku sadari bahwa kesulitan itu yang akan membuatku semakin berkesan dan istimewa,” tulisnya.
Ada banyak Rosidah lainnya di lantai 16 di Gedung The Ceo Building (yang kebetulan juga tempat kantor KPCDI) tempat kami menggelar acara seminar awam plus silahturahmi antar penyintas gagal ginjal dan keluarganya.
Mereka ada pasien panutan, mereka asyik bersapa dan bercerita dengan pasien lainnya.
Sebuah forum sharing yang sangat mengasyikan.
Apalagi diawal acara para peserta mendapat “siraman medis” dari dr. Mirna Nurasri Praptini, Sp,PD-KGH., M.Epid., FINASIM. dan dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH.
Para pasien disuguhi pemahaman tentang terapi CAPD dan pola diet makanan yang harus dijalani.
Dalam sesi tanya jawab para peserta begitu antusias mengajukan pertanyaan.
Tampak panitia kewalahan karena saking serunya, waktu sudah habis forum masih berjalan, yang membuat panitiamengangakat poster “time is over” kepada moderator.
Menurut Meli bagian pendaftaran peserta membludak, walau sudah ditutup pada angka 140 orang, ketika dihitung kepala yang hadir mencapai 160 orang.
Tapi seru kok ujar Risky, salah satu panitia yang merupakan pasien post transplan dari Depok.
Wajah Risky Pahrezi merupakan wajah baru KPCDI saat ini, dimana generasi muda mulai berani tampil dan ujuk gigi, ada ; Vincentius, Ayu, , Yuniawati, Iyan, Arya Putra, Ulus dll (maaf nggak bisa lengkap nyebutnya).
Mereka siap menjadi generasi penerus. Ajang kali ini merupakan pembuktiannya, karena mereka yang pegang peranan dalam acara kali ini.
Ciganjur yang ceria ditemani terpaan cahaya mentari. (Dego)






