CAHAYA SIANG.ID, MINUT – Setelah proyek jembatan Suwaan, Pemkab Minut ternyata masih “mengoleksi” proyek yang dibiarkan terbengkalai. Kali ini proyek terbengkalai lainnya yakni pembangunan Ruang Terbuka Hijau(RTH) Desa Kauditan II Kecamatan Kauditan Minut disorot warga.
Pasalnya proyek yang dibangun menggunakan APBD yang dilelang pada April 2022, sebesar 3.9 miliar dengan estimasi pembangunan fisik 1 miliar dan pembebasan lahan 2.9 miliar tersebut terlihat mubazir karena tidak difungsikan.
Usai dikerjakan, bangunan ini tidak dimanfaatkan.
Menurut pantauan media CahayaSiang.id, Senin, (29/05/2023) lokasi tersebut jadi tempat nongkrong ODGJ(orang dalam gangguan jiwa). Rumput di lokasi-pun terlihat tinggi, sementara fasilitas air bersih tidak tersedia. Keempat bilik ruangan terkunci. Sedangkan toilet mengeluarkan aroma menyengat karena tidak tersedia air bersih.
Kontan proyek tersebut mengundang pertanyaan kalangan masyarakat. Salah satunya pemerhati pembangunan Wiliam Luntungan.
Menurut Luntungan, saat ditemui Senin, (29/05/2023), proyek pemerintah seyogyanya dibangun untuk memberi manfaat bagi warga masyarakat, tapi yang terjadi justru sebaliknya, tempat tersebut jadi sarang hantu dan ODGJ.

“Sama sekali tidak bermanfaat, karena tidak difungsikan padahal dibangun dengan APBD yang tidak sedikit. Saya menduga terjadi mark-up, karena anggaran pembebasan tanah sebesar kurang lebih 2.9 miliar dengan luas tanah 7.800-an tidak masuk akal karena NJOP-nya sangat tinggi. Inspektorat harus segera turun memeriksa proyek ini, karena ini telah selesai dikerjakan tahun 2022,” tandas Luntungan.

Luntungan-pun mendesak legislatif segera turun tangan memeriksa proyek tersebut sebelum APH turun tangan.
Diketahui pembangunan fisik proyek ini dikerjakaan oleh CV Gayung Sakti. (Rubby)






