CAHAYASIANG.ID, MITRA – Dalam upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi dengan berbagai lembaga jasa keuangan menggelar program literasi bertajuk “GENCARKAN” (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) di Plaza Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Cerdas Kelola Keuangan & Bangun Kepercayaan Diri Menuju Indonesia Emas 2045”, dengan melibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai peserta utama. Mereka mendapatkan edukasi terkait pengelolaan keuangan yang efektif serta pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan instansi dan perbankan, di antaranya Robert Sianipar selaku Pimpinan OJK Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo, Fredy Tuda, David Lalandos, serta Didi Suprijanto. Hadir pula perwakilan manajemen Bank SulutGo, yang turut mendukung suksesnya kegiatan ini.
Program GENCARKAN di Minahasa Tenggara merupakan tindak lanjut dari koordinasi strategis antara OJK dan industri perbankan, guna memastikan edukasi keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke daerah. Dalam sesi pemaparan materi, peserta dibekali pengetahuan langsung oleh para ahli dari OJK serta praktisi perbankan dari Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank SulutGo.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya pengelolaan keuangan usaha, akses terhadap pembiayaan yang sehat, serta cara membangun kepercayaan diri dalam berbisnis. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman untuk menghindari praktik keuangan ilegal yang dapat merugikan usaha mereka.
Melalui sinergi ini, diharapkan para pelaku UMKM di Kabupaten Minahasa Tenggara semakin berdaya saing, memiliki akses yang lebih luas terhadap permodalan, serta mampu mengelola keuangan secara lebih profesional.
Program GENCARKAN sendiri merupakan gerakan nasional yang diinisiasi OJK sepanjang tahun 2026 untuk meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang cerdas finansial menuju visi Indonesia Emas 2045.(*Red)





