Dan di tahun 2023, perekonomian Sulawesi Utara berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2023 mencapai Rp43,40 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp25,70 triliun.
Ekonomi Sulawesi Utara pada triwulan III-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 5,40 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh 13,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT yang mengalami pertumbuhan sebesar 12,48 persen.
Sumber Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara Triwulan III-2023 (y-on-y), dari sisi produksi adalah lapangan usaha Konstruksi dengan 1,59 persen. Sedangkan dari pengeluaran, sumber pertumbuhan tertinggi diberikan oleh komponen PMTB, yakni sebesar 3,28 persen.
Menurut Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulawesi Utara, Ratih Hapsari Kusumawardhani, diakhir bulan November 2023, perekonomian global masih dihadapkan dengan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi. Hal ini ditandai dengan beberapa indikator diantaranya yaitu tingkat inflasi di negara-negara maju yang masih relatif tinggi yang dimungkinkan berdampak pada kebijakan pengetatan moneter di negara-negara tersebut sehingga menekan likuiditas di tingkat global.
Selain itu, perkembangan komoditas pangan yang relatif tinggi di berbagai negara perlu diwaspadai. Di tingkat nasional, pertumbuhan ekonomi sedikit mengalami perlambatan. Namun kondisi perekonomian Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) secara umum juga menunjukkan pemulihan dan penguatan seiring dengan meningkatnya aktivitas perekonomian dan masyarakat. Hal ini ditunjukkan dari beberapa indikator. Pertama, untuk tingkat inflasi, untuk bulan November 2023 secara year on year Indonesia mengalami inflasi sebesar 2,86%.
Di Sulut dalam periode yang sama untuk Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulawesi Utara pada bulan November 2023 naik 0,93 persen menjadi 113,12. Sebaliknya, Nilai Tukar Nelayan (NTN) mengalami penurunan dari 110,5 di bulan Oktober ke 108,35 di bulan November. Secara umum, angka NTN Sulawesi Utara masih di atas nasional yang berada di angka 103,52. Namun demikian, untuk nilai NTP, Sulawesi Utara masih berada di bawah NTP Nasional yang sebesar 116,73.
Dari sisi kinerja neraca perdagangan, Neraca Perdagangan (Ekspor Impor) di Sulawesi Utara pada November berada di 40,23 Juta USD dan menunjukkan peningkatan dari bulan Oktober pada 58,77 Juta USD.5. Selanjutnya, dari sisi pemerintah, ketidakpastian ekonomi di tingkat global yang masih terdampak oleh pandemi dan isu geopolitik global, direspon melalui kebijakan yang didanai oleh APBN dan APBD. Dalam pelaksanaan APBN di Sulawesi Utara, Pendapatan yang telah terealisasi adalah senilai Rp4,73 triliun atau 93,22% dari target yang telah ditetapkan, tumbuh 3,9% (yoy).

Dalam rangka pelaksanaan penyelenggaraan negara, dibutuhkan pendanaan oleh APBN dimana sumber pendapatan terbesarnya adalah dari penerimaan pajak. Tercatat realisasi penerimaan pajak di Sulawesi Utara sampai dengan akhir November 2023 adalah sebesar Rp3,36 triliun atau telah terealisasi sebesar 87,96% dari target penerimaan tahun 2023. Penerimaan pajak di Sulawesi Utara pada bulan November 2023 tumbuh 0,85% secara yoy yang disebabkan adanya Program Pengungkapan Sukarela (PPS) yang menopang penerimaan Semester I Tahun 2022 sedangkan program tersebut tidak terjadi lagi di tahun 2023.
Jika tidak memperhitungkan PPS maka penerimaan perpajakan tumbuh 8,99% (yoy).
Selain dari penerimaan pajak, salah satu sumber pendapatan APBN adalah dari pendapatan bea dan cukai dimana realisasi sampai dengan akhir November 2023, dilaporkan pendapatan bea dan cukai telah terealisasi sebesar Rp64,45 miliar. Untuk periode bulan November penerimaan Cukai terealisasikan sebesar Rp2,47 miliar, dan Bea Masuk sebesar Rp0,17 miliar serta realisasi Bea Keluar sebesar Rp0,35 miliar.
Selain dari Perpajakan dan Bea Cukai, Pendapatan APBN lainnya adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Capaian PNBP s.d 30 November 2023 adalah sebesar Rp1.310 miliar atau 108,54% dari pagu. Realisasi PNBP tumbuh 18,38% secara year on year dari periode yang sama tahun 2022.9. Dari sisi Belanja APBN, telah terealisasi sebesar 84,74% dari pagu, terkontraksi 2,1% dengan nilai sebesar Rp19,41 triliun. Dana Transfer ke Daerah, Belanja Pegawai dan dan Belanja barang menjadi komponen belanja terbesar yang ada. Belanja Barang telah terealisasikan 74,4% dari total pagu. Sedangkan untuk realisasi Belanja Modal telah terealisasikan 64,95%.
Sampai dengan akhir November 2023 ini, berdasarkan pelaksanaan APBN di Sulawesi Utara tercatat defisit sebesar Rp14,67 triliun.
Transfer Ke Daerah (TKD) sampai dengan akhir November telah disalurkan mencapai Rp11,73 triliun atau 90,36% dari pagu. Dari angka tersebut, DAU menempati porsi terbesar realisasi TKD di wilayah Sulawesi Utara dengan realisasi Rp7,8 triliun dan disusul DAK Non Fisik Rp1,48 triliun. “Dari sisi pelaksanaan APBD, Pendapatan daerah telah terealisasi senilai Rp11,43 triliun atau 69,63% dari pagu, dengan komponen Pendapatan dari Dana Transfer menempati proporsi yang signifikan relatif terhadap Pendapatan Daerah.

Dari sisi Belanja APBD, telah terealisasi sebesar Rp11,84 triliun atau 71,24% dari pagu. Belanja pegawai masih mendominasi komponen belanja, dari realisasi sebesar Rp11,84 triliun, Belanja Pegawai menempati posisi terbesar senilai Rp5,32 triliun diikuti Belanja Barang Rp3,23 triliun. (*Adv Kominfo Sulut)



