CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko buka suara terkait kritik dari dua capres peserta Pilpres 2024, yakni Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo mengenai pemanggilan Kepala Desa ke Istana.

Panglima TNI Periode 2013-2015 juga membantah asumsi yang berkembang, bahwa Presiden Jokowi mengerahkan kepala desa guna memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Selanjutnya, Ia mengatakan, pertemuan itu digelar untuk mendengar masukan kepala desa, tentang revisi UU Desa.
“Ndak, Ndak, Ndak. Saya pikir konteksnya yang penting, kita selalu melihat konteksnya. Dan disitu tidak ada pembicaraan politik sama sekali,” ujar Moeldoko, Rabu (3/1/2023).
Dia kemudian menjelaskan, pertemuan itu adalah audiensi yang membahas di antaranya para kepala desa yang menginginkan masa jabatan ditambah menjadi tiga periode.
Dirinya menambahkan, mulai ada titik temu untuk masa jabatan tetap dua periode, tetapi ditambah menjadi sembilan tahun.
Menurut Moeldoko, Presiden Jokowi sering mengundang perwakilan masyarakat untuk mendengar aspirasi.
“Intinya, ini bentuk audiensi Bapak Presiden menerima semua pihak audiensi. Tapi yang jelas konteksnya Papdesi itu dalam rangka revisi UU Desa,” tegasnya. ***






