“Belajar dari ajang ini agar ke depan kita semakin disiplin, semakin dewasa dalam menyikapi pertandingan dan semakin kuat dalam membangun atlet-atlet Sulawesi Utara,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh insan tinju di Sulawesi Utara untuk menjadikan arena pertandingan sebagai tempat membentuk mental juara, bukan tempat melampiaskan amarah terlarang.
“Jangan biarkan emosi mengalahkan tujuan besar kita. Kita datang ke arena untuk melahirkan juara, membangun karakter dan mengharumkan nama Sulawesi Utara.
Menang harus terhormat, kalah harus tetap buruk. Kalau ada keputusan yang dianggap keliru, lawan dengan aturan, bukan dengan amarah,” tegas Hendra.
Ia menambahkan, kemajuan olahraga tinju tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet di atas ring, tetapi juga oleh kualitas orang-orang yang berada di sekitarnya.
Wasit harus adil, pelatih harus menjadi teladan, pejabat harus menjaga ketertiban, dan atlet harus belajar menghormati proses.
“Kalau kita ingin melahirkan petinju yang hebat, maka kita juga harus membangun lingkungan tinju yang hebat.
Disiplin, sportivitas dan ketegasan harus berjalan bersama. Jangan bakar arena dengan emosi, tapi bakar semangat atlet dengan prestasi,” pungkas Hendra Jacob. (*JL)


