Ia bahkan menyatakan tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas berupa sanksi organisasi terhadap pihak yang melakukan intimidasi dengan cara kejam maupun mengancam.
“Yang melakukan intimidasi dengan cara-cara yang kejam dan ancaman segera diberikan sanksi tertulis.
Saya tanda tangani. Yang bersangkutan tidak boleh terlibat dalam kegiatan tinju di Sulut hingga batas waktu yang tidak ditentukan,” tegasnya berjanji.
Menurut Hendra, langkah mem-blacklist oknum tersebut bukan semata-mata untuk memberikan hukuman, melainkan bagian dari upaya membangun disiplin dalam pelatihan olahraga tinju di bumi Nyiur Melambai.
Lebih lanjut, Hendra meminta setiap persoalan yang muncul di atas ring tidak diselesaikan dengan mengandalkan emosi.
Jika terdapat keraguan atau keberatan terhadap keputusan wasit maupun hakim, pelatih dan ofisial diminta berkoordinasi langsung dengan pengawas pertandingan, koordinator pertandingan, atau meja resmi sesuai mekanisme.
“Apabila terdapat keraguan atau keberatan, hendaknya diselesaikan melalui koordinasi dengan pengawas pertandingan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Ia menilai mekanisme resmi sangat penting untuk menjaga pertandingan tetap berlangsung dengan tertib, sekaligus memberikan ruang bagi setiap pihak untuk menyampaikan persetujuan secara profesional.
Bagi Hendra, insiden di Youth Center Manado tidak boleh berhenti sebagai sebuah pertunjukan semata.
Peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pertandingan tinju di Sulut.
Evaluasi ini terutama mencakup disiplin pelatih dan pejabat, profesionalisme perangkat pertandingan, serta mekanisme penanganan protes di lapangan.
“Belajar dari ajang ini agar ke depan kita...


