
SULUT, HarianKabarJurnalis – Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulawesi Utara (Sulut) Hendra Jacob, SIP, ternyata telah mengantisipasi kericuhan yang mewarnai pertandingan Tinju Liga Pelajar Manado di Youth Center Manado, Sabtu (5/9/2026)..
Menurut HJ sapaan akrabnya, sebelum digelarnya pertandingan, ia sudah mengingatkan seluruh wasit, hakim, pelatih, dan ofisial agar menjaga profesionalisme, sportivitas, serta berperilaku selama pelaksanaan pertandingan.
Hal ini menyusul adanya protes berlebihan dalam pertandingan yang melibatkan atlet pelajar tersebut pada Minggu (6/9/2026) pagi.
“Wasit dan hakim memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan agar pertandingan selalu menjalankan tugas secara objektif, tegas, konsisten, dan sesuai dengan peraturan pertandingan yang berlaku,” tegas Hendra.
Setiap keputusan pertandingan, lanjut HJ harus didasarkan pada pengamatan yang cermat terhadap perekaman laga. Keputusan mutlak tidak boleh dipengaruhi oleh tekanan dari pihak mana pun.
“Saya meminta perangkat pertandingan menjaga komunikasi, sikap, dan keputusan agar tetap mencerminkan profesionalisme tinggi. Karena pertandingan ini melibatkan pelajar, maka keamanan, pelatihan, dan keteladanan harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Tak hanya kepada wasit dan hakim, Hendra juga secara khusus memberikan peringatan keras kepada para pelatih dan offisial.
Ia memahami bahwa setiap pelatih memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap atlet yang dibinanya. Namun, persetujuan terhadap keputusan pertandingan harus disampaikan melalui mekanisme resmi yang berlaku.
Tindakan protes dengan cara membentak, mengintimidasi, maupun melakukan aksi anarkis yang dapat mengganggu pemutaran pertandingan yang dinilai sama sekali tidak dapat dibenarkan.
“Protes yang berlebihan, membentak, mengintimidasi hingga membanting kursi tidak dapat dibenarkan karena dapat mengganggu jalannya pertandingan, membahayakan orang lain serta memberikan contoh yang tidak baik bagi para atlet pelajar,” kata Hendra.
Perlu diketahui, dalam pelaksanaan Liga Pelajar Manado tersebut, salah satu pelatih kedapatan melakukan protes berlebihan terhadap keputusan pertandingan yang disertai tindakan membanting kursi. Peristiwa inilah yang kemudian memicu kericuhan di area pertandingan.
Hendra menegaskan, kejadian kelam ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar tidak kembali terulang pada ajang-ajang berikutnya.
Ia bahkan menyatakan tidak akan segan-segan memberikan tindakan...


