Lebih lanjut, Selain itu, masalah korupsi dan biaya politik yang tinggi juga menjadi konteks penting dalam perdebatan ini.
KESIMPULAN
1. Struktur Wacana Politik Berperan Penting
- Struktur Wacana Berorientasi Pada Dinamika Dalam Parlemen
- Bahasa Wacana Menggandalkan Terminologi Politik dan Hierarki
- Simbolisme Wacana berfokus pada keabsahan institusi
- Terdapat Tren Pembentukan Narasi Untuk Meminimalkan Kritik Publik
- 2. Komunikasi Politik Bersifat Kontekstual
- Fokus Komunikasi pada Aktor Politik Dalam dan Antar Fraksi
- Dipengaruhi oleh Dinamika Hubungan antar institusi
- Berasosiasi dengan nilai etika politik dan Tata Kelola
- Respon Masyarakat sebagai konteks tambahan
- 3. Terdapat Tensi Antara Narasi Ideal Dan Realitas
- Narasi Ideal yang disemangatkan
- Realitas yang terjadi
- Dampak tensi terhadap legitimasi
- Upaya penyeimbang
4. Media Sebagai Perantara Penting
- Menyediakan akses informasi publik
- Membentuk wacana dan persepsi masyarakat
- Sarana pengawasan publik
- Menghubungkan masyarakat dengan DPRD
TANTANGAN
Neutralitas dan Objektivitas
Beberapa media mungkin memiliki kecenderungan politik tertentu yang dapat memengaruhi penyajian informasi, sehingga berpotensi menyimpangkan persepsi masyarakat.
Keterbatasan Akses Informasi
Proses internal DPRD terkadang sulit diakses oleh media, sehingga informasi yang disampaikan mungkin tidak lengkap.
Diseminasi Hoaks
Di era digital, informasi salah atau hoaks tentang proses pemilihan dapat dengan cepat menyebar melalui media sosial, yang dapat mengganggu kebenaran dan stabilitas proses politik.






