CAHAYASIANG.ID, MINAHASA – Harapan baru bagi kemajuan Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa mulai menguat. Sosok Jefrie Frangkie Legi (JFL) resmi menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Hukum Tua dengan membawa visi yang membumi: Hadir, Melayani, dan Terbuka untuk Rakyat.
Dikenal luas sebagai figur yang dekat dengan masyarakat, JFL hadir dari latar belakang sederhana. Ia pernah menjalani berbagai profesi seperti petani, peternak, pedagang, hingga pengelola tambang galian C. Pengalaman tersebut menjadikannya memahami secara langsung dinamika dan kebutuhan warga Desa Sea.
“Kita semua sudah merasakan apa yang menjadi kendala selama ini. Sekarang saatnya kita perbaiki bersama, pelan-pelan tapi pasti,” ujar JFL dengan penuh optimisme.
Dalam komitmennya, JFL menaruh perhatian serius pada peningkatan pelayanan publik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Ia menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi, seperti lambannya pelayanan administrasi, keterbatasan jam operasional kantor desa, serta belum meratanya distribusi air bersih.
Untuk itu, JFL menawarkan sejumlah program prioritas, di antaranya reformasi birokrasi desa guna menghadirkan pelayanan yang cepat dan responsif, serta transparansi pengelolaan anggaran desa agar masyarakat dapat terlibat aktif dalam pengawasan pembangunan.
Di sektor infrastruktur, ia berkomitmen mendorong pemerataan air bersih dan perbaikan akses jalan pertanian demi mendukung aktivitas ekonomi warga. Tak kalah penting, peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) juga menjadi perhatian, demi menciptakan rasa aman bagi seluruh warga.
Selain fokus pada pembangunan fisik, JFL turut menegaskan komitmennya dalam menjaga aset masyarakat dan kelestarian lingkungan. Ia berjanji akan melindungi tanah warga dari praktik mafia tanah, sekaligus menjaga hutan dan sumber mata air sebagai aset penting desa.
Visi jangka panjangnya juga mencakup penguatan kemandirian pangan, peningkatan kesejahteraan petani, penyediaan fasilitas olahraga, serta pelestarian budaya lokal sebagai identitas desa di tengah arus modernisasi.
Dengan mengusung jargon “Kerja Nyata, Desa Aman, Rakyat Sejahtera,” JFL menegaskan bahwa pencalonannya bukan sekadar ambisi politik, melainkan bentuk pengabdian sebagai bagian dari masyarakat Desa Sea.
“Saya bukan orang jauh. Saya bagian dari desa ini. Jika masyarakat memberikan kepercayaan, saya akan bekerja bahu-membahu bersama rakyat untuk membawa perubahan yang nyata bagi Desa Sea,” pungkasnya.(*RS)





