CAHAYASIANG.ID, MINAHASA – Kontestasi Pemilihan Hukum Tua di Desa Koha Barat, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, semakin dinamis dengan hadirnya salah satu figur berpengalaman, Jefry Meikel Langi. Pria kelahiran Manado, 17 Mei 1977 ini resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Hukum Tua periode 2026.
Dengan latar belakang pengalaman yang panjang di bidang pemerintahan desa, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia kerja profesional, Jefry Meikel Langi dinilai sebagai sosok yang memahami kebutuhan masyarakat dari berbagai aspek. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Desa Koha Barat (2016–2017) serta Wakil Ketua BPD Koha Barat (2017–2022), yang memberinya bekal kuat dalam tata kelola pemerintahan desa.
Di bidang organisasi dan pelayanan, Jefry aktif dalam berbagai kegiatan, baik di lingkungan gereja maupun sosial kemasyarakatan. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Ranting PDIP Koha Barat (2019–2024), serta saat ini melayani sebagai Penatua dan Sekretaris Jemaat/BPMJ Eben Haezer Koha.
Dari sisi profesional, kariernya terbilang matang. Ia pernah bekerja di berbagai perusahaan nasional dan menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari salesman hingga kepala cabang di beberapa perusahaan, dan saat ini menjabat sebagai Kepala Cabang PT Mulia Laksana Sejahtera (2017–2026).
Dalam pencalonannya, Jefry Meikel Langi mengusung
visi besar:
“Terwujudnya Desa Koha Barat yang maju, mandiri, sejahtera, sehat, berbudaya, aman, cerdas, dan bermartabat.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia merumuskan sejumlah misi strategis, antara lain meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat dan transparan melalui digitalisasi administrasi, mendorong pertumbuhan ekonomi desa lewat penguatan BUMDes dan UMKM, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja dan pendidikan.
Selain itu, ia juga berkomitmen untuk memperkuat layanan kesehatan dan sosial, membangun infrastruktur desa secara merata, meningkatkan keamanan dan ketertiban lingkungan, serta memperhatikan kesejahteraan perangkat desa dan para pelaku ekonomi informal.
Jefry menegaskan bahwa keputusannya maju bukan sekadar untuk berkompetisi, tetapi sebagai bentuk panggilan pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap dapat membawa perubahan nyata serta menghadirkan pemerintahan desa yang lebih terbuka, responsif, dan berpihak kepada rakyat.
“Dengan kerendahan hati, saya memohon doa restu dan dukungan dari seluruh masyarakat Desa Koha Barat agar bersama-sama kita membangun desa yang lebih baik,” ujar Jefry.
Pemilihan Hukum Tua Desa Koha Barat 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan desa ke depan.(*RS)


