
CAHAYASIANG.ID, MINSEL – Jelang perayaan pengucapan syukur, bahan pokok disejumlah pasar dikabupaten minahasa selatan mengalami kenaikan signifikan.
Dari pantauwan awak media disejumlah lokasi pasar, secara khusus dipasar 54 amurang, rabu, (9/08/2025) adanya kenaikan sejumlah bahan pokok tersebut diakibatkan karena faktor tingginya curah hujan.sehingga ini berdampak terjadinnya kelangkaan bahan pokok akibat rusaknya tanaman.
Dengan terjadinya kelangkaan sejumlah bahan pokok akibat kondisi alam yang tidak menentu, menurut salah satu pedagang pasar 54 amurang Frans Ampow ini akhirnya berdampak secara langsung terhadap harga beras dan bahan pokok lainya seperti barito (bawang, rica, tomat).
Melihat fenomena naiknya harga bahan pokok yang sangat signifikan, menurut Frans Ampow hal ini perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah.
“Dengan adanya kenaikan harga bahan pokok yang terbilang sangat membetatkan masyarakat, saat inu, kami masyarakat tentunya sangat berharap kepada pemerintah daerah agar perlu melakukan intervensi pasar agar harga tersebut dapat terkendali”. Ujar Frans Ampow mantan hukum tua desa elusan.
“Apalagi dalam beberapa hari lagi torang (kami) masyarakat minahasa selatan akang menyambut perayaan pengucapan syukur, tentu torang sangat berharap harga-harga bahan pokok ini boleh torang mo dapa jangkau. Sehingga torang bisa mo merayakan pengucapan ini tentu tidak merasa terbeban dengan harga yang terjadi saat ini”. Sambungnya.
Menyikapi akan keluhan masyarakat tersebut, pemerintah daerah melalui bupati minahasa selatan Franky D Wongkar, SH didampingi Wakil Bupati Theo Kawatu, dan sejumlah perangkat daerah terkait langsung bergerak dan turun kepasar 54 amurang guna melakukan sidak sejumlah bahan pokok.
Seperti diketahui, kenaikan sejumlah bahan pokok tersebut antara lain, Beras yang sebelumnya rp.13.000 naik menjadi rp. 17.000. Bawang merah dari menjadi. Rica dari rp.85.000menjadi rp.120.000. Tomat dari rp.12.000 menjadi rp.35.000.
Dengan mengalami kenaikan harga bahan pokok disejumlah pasar yang ada diminahasa selatan, selain ini perlu menjadi perhatian khusus pemerintah daerah, pemerintah disisi lain pun sangat berharap agar masyarakat juga ikut berperan aktif mengambil bagian didalam mensukseskan program “MARI JO BA TANAM” yang sudah dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati periode 2019-2024 FDW. (*R_01)





