
CAHAYASIANG.ID, Sulut – Anomali kenaikan harga bahan pokok contohnya beras tidak hanya jadi di Bumi Nyiur Melambai melainkan terjadi pada seluruh wilayah tanah air, tetapi untuk Sulawesi Utara Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, bersama Wakil Gubernur Johannes Victor Mailangkay (Victory) mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas harga pasar melalui kebijakan “Gerakan Pangan Murah”.
Melalui Kadis Pangan Pemprov Sulut, Franky Tintingon menyebutkan, Kebijakan ini merupakan bentuk sikap sekaligus respon cepat Gubernur dalam rangka menjaga stabilitas harga.
“Pak Gub semenjak beberapa hari kemarin melakukan kajian terkait lonjakan harga bahan pokok seperti, beras, rica, bawang dan tomat. Maka hasil kajian dan analisa Pak Gubernur tersebut, salah satu Point Eksekusinya langsung mengintervensi harga dengan kebijakan Pangan Murah,” beber Mantan Ajudan era Kepemimpinan SHS itu, Jumat (11/7/2025).
“Program Pangan Murah ini sudah dimulai sejak kemarin di Kota Manado, hari ini tiga titik di kabupaten Minsel,” ungkapnya.
Secara terpisah, Staf Khusus Gubernur bidang Politik dan Kebijakan, Fiko Onga mengatakan, Gubernur sudah langsung instruksikan Dinas terkait berdasarkan beberapa point dalam petunjuk.
“Salah satu point penting dalam instruksi tersebut, yaitu menjaga kestabilan inflasi terhadap bahan pokok, apalagi Masyarakat Sulut akan melakukan Pengucapan Syukur,” ucap Alumni Fispol Unsrat ini.
“Sulut saat ini untuk Inflasi masih ada diurutan kedua dari Provinsi lainnya di Indonesia, dengan kategori pengendalian Inflasi. Ini akan terus diupayakan oleh Pak Gubernur YSK melalui pendekatan inklusif agar Inflasi tetap terkendali,” lanjutnya. (*/red)






