• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Saturday, 16 May 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » History: Sekapur Sirih Soal NAMA CAHAYA SIANG » Page 2

History: Sekapur Sirih Soal NAMA CAHAYA SIANG

Tidak Ada Manusia yang Ditakdirkan untuk Gagal dalam Hidup, Kecuali Dia Merencang untuk Gagal. Sementara Keberhasil hanya dapat Diraih oleh Mereka yang tidak Pernah Takut Gagal….. (Bernadus Wilson Lumi*)

09/09/2022
in Ekonomi & Bisnis, Kesra, Kisah Sukses, Minahasa & Tomohon, Nusantara, Pendidikan, Sulut
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sumber lain menyebutkan, seorang Peneliti Agama dan Politik Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Abdul Gaffar Karim, menemukan bukti bahwa Tjahaja Sijang yang awalnya terbit sekali sebulan dan belakangan dua kali sebulan ini mungkin tak selalu dianggap sebagai bagian penting dari sejarah pers Indonesia, mengingat penerbitnya yang bukan ‘pribumi’.
Namun penggunaan kata Kertas Chabar Minahasa setelah nama Tjahaja Sijang, membuktikan bahwa ini merupakan sebuah penerbitan dan bukan selebaran. Data otentik terbitan Tjahaja Sijang, Kartas Chabar Minahassa 1869 – 1925, masih ada di perpustakaan Australia. Koleksi ini terdapat di Menzies Library di Australian National University (ANU), Canberra. Selain di Perpustakaan Australia, koleksi Tjahaja Sijang juga terdapat di Belanda.

Menurut Abdul Gaffar, sulit untuk menyangkal peran sejarah yang dimainkan koran ini dalam pembentukan etnik Minahasa modern. Koran ini telah menghadirkan bahasa Melayu dalam media cetak selama masa terbitnya hingga tahun 1925. Karena itu, mendorong penguatan daya unifikasi bahasa ini dalam masyarakat Minahasa.

Di Menzies Library di Australian National University (ANU) Canberra, Abdul Gaffar Karim menemukan microfiche berisi koleksi Tjahaja Sijang yang sangat lengkap, dari tahun pertama terbit hingga tahun 1925. Total terdapat 274 lembar microfiche, yang masing-masing berisi puluhan halaman Tjahaja Sijang.

Isi koran ini sangat beragam, mulai dari berita terbaru, seruan keagamaan, informasi pengetahuan umum, atau komunikasi kebijakan. Selain digunakan dalam aktivitas misi dan pendidikan, bahasa Melayu juga digunakan oleh koran pertama yang terbit di kawasan Minahasa tersebut. Untuk studi S3 Ilmu Politik di UGM, Abdul Gaffar menekuni peran Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

Metamorphosis
Nama Tjahaja Sijang memang Legacy. Metamorphosis. Setelah sekian lama, 118 tahun sejak kelahirannya (20 Januari 1969)/62 tahun setelah tidak terbit (1925); tadak mengunjungi pembaca budiman, dipertengahan tahun 1987, kembali lagi nama ini muncul di Manado dan digunakan penerbit di bawah asuhan Lanny Politton. Penerbitan ini menjadi Koran Harian pertama yang terbit terjadwal di Sulawesi Utara, Surat Kabar Harian CAHAYA SIANG. Koran ini menjadi satu-satunya Koran yang sangat berpengaruh di Sulawesi Utara. Dengan tiras yang mencapai puncak, sampai 35 ribu eksemplar perharinya. Koran ini menjadi semacam bacaan wajib para stakeholders di kota Kawanua ini.

Alm Lanny Politton (tengah-tengah)

SKH Cahaya Siang awalnya merupakan koran pertama dari jaringan Jawa Pos Newsnetwork (JPNN). Pada 1990, Cahaya Siang lepas dari JPNN dan diambil alih grup Media Indonesia. Cahaya Siang merupakan ‘kawah candradimuka’ lahirnya para wartawan yang kelak menjadi ‘pejabat’ penentu di harian-harian pagi ternama Sulut, antara lain di Harian Komentar Grup, Manado Post Grup, Harian SINDO Manado, juga Media Sulut Grup.

Penerbitan ini bertahan hingga 7 (tujuh) tahun. Setelah masa panceklik media yang terus dihantui dengan pembredelan ketika itu. Ditahun 1994 akhirnya Surat Izin Penerbitan Pers (SIPP) Koran ini pun “dicabut”.
Masa reformasi, kembali “memaksa” pemerintah membuka pintu lebar-lebar bagi penerbitan untuk bisa menerbitan satu media cetak tanpa harus melengkapinya dengan SIUPP. Cukup dengan satu payung hukum, seperti Perseroan Terbatas (PT), Yayasan atau Koperasi, pembaca sudah bisa menikmati satu penerbitan pers, surat kabar.

Dengan kondisi ini, kembali lagi, di Sulawesi Utara hadir satu penerbitan yang menggunakan nama Cahaya Siang yakni Cahya Siang, koran pertama yang berani terbit di sore hari. Lagi-lagi Tjahaja Sijang, Cahaya Siang atau pun Cahya Siang menjadi pembuka jalannya. Cahya Siang kembali lagi menjadi barometer Koran pertama di Manado, Sulawesi Utara yang terbit pada sore hari.

Harian Sore Cahya Siang, terbit sejak 3 Maret 2009 di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Koran sore pertama di Sulut ini memiliki kekuatan basic, yakni dipelopori oleh hampir semua wartawan Surat Kabar Harian Cahaya Siang, diantaranya Wilson Benadus Lumi (Pemred/Pennggung Jawab), Adi Palit (Pemimpin Umum), Adlin Lumempouw (Pemimpin Perusahaan) dan beberapa nama besar sebagai wartawan seniornya, yakni SE Panggey, Willem Turambi, John Mokalu juga Celsius Manumpil. Para senior CS ini –begitu koran ini sering disebut pelanggannya—semuanya sudah almarhum; semoga mereka diterima di sisiNYA.

Wartawan senior/tokoh pers Sulawesi Utara, SE Panggey (kaos kuning)
Post Views: 9,878
Bagikan ini :
Halaman Selanjutnya
Koran ini, diakui tak lepas dari nama besar...
Page 2 of 4
Prev1234Next
Previous Post

Haris Sukamto: Gratifikasi Termasuk Kategori Berbahaya

Next Post

Rita Tangkudung Pimpin PWKI Sulut Hadiri Munas XX di Makassar

Next Post

Rita Tangkudung Pimpin PWKI Sulut Hadiri Munas XX di Makassar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In