Koran ini, diakui tak lepas dari nama besar Cahaya Siang pun Tjahaja Sijang, Koran pertama legendaris Sulut yang terbit sejak abad ke-18 itu. Kehadiran Cahya Siang kini, mulai meramaikan pangsa pasar surat kabar harian di Kota Manado menyusul Harian Tribun Manado (Kompas Gramedia Group) yang terbit sejak dua bulan silam. Bedanya, Cahya Siang dikelola oleh sebuah manajemen koperasi, bukan bagian dari konglomerasi surat kabar seperti Kompas Gramedia Group atau Jawa Pos.
Cahya Siang selama penerbitannya ini, sudah cukup meramaikan bursa para calon legislatif (Caleg) menjelang Pemilu Legislatif 2009. Terbukti, halaman khusus yang dibuka Cahya Siang bertajuk “Caleg Jadi” yang dikhususkan bagi para Caleg, menjadi barometer atau ukuruan bagi rakyat pemilih menentukan pilihannya. Cahya Siang, kini pembacanya sudah mencapai 15 ribu pembaca setiap harinya.
Kompetisi antarmedia harian di Kota Manado sangat tinggi. Namun, Cahya Siang walaupun modalnya kecil, tapi cukup diperhitungkan dalam menguasai/memiliki pasar tersendiri. Satu tujuan manajemen, Cahya Siang ingin menjawab kerinduan orang Sulawesi Utara terhadap hadirnya satu Koran berpengaruh bak reinkarnasi dari Tjahaja Sijang dan Cahaya Siang.
Sempat terhantam badai ditahun 2010, kami tidak berdiam diri. Di tengah persaingan media cetak yang begitu ketat, SKH Cahaya Siang tetap berani menunjukkan kelasnya.
Menyambung kevakuman CS cetak, dengan memanfaatkan hadirnya era baru media, era Informasi Teknologi yang terus bergerak cepat, Cahaya Siang terhitung sejak 30 Maret 2010 (beberapa saat pasca tidak terbitnya Harian Sore Cahya Siang), terbit media online dengan menggunakan nama legacy: CAHAYASIANG (http://www.cahayasiang.net).
Kehadiran website khusus ini, diharapkan bisa menyambung mata rantai penerbitan dengan nama Tjahaja Sijang, Cahaya Siang, juga Cahya Siang di Bumi Nyiur Melambai ini.
Waktu terus berjalan, seolah tak kenal menyerah, 02 Desember 2015, atas inisiasi dan prakarsa bersama Bernadus Wilson Lumi dan Yoppy Talibonso, salah seorang Pengusaha Properti di Sulawesi Utara, lahir lagi satu media versi cetak dengan menggunakan nama Cahaya Siang. Koran ini kembali eksis dengan nama Cahaya Siang News (ada penambahan kata News di belakannya).

Berjalan kurang lebih setahun, persis di Hari Pendidikan Nasional, 02 Mei 2016, dengan berbagai pertimbangan, CSN berganti manajemen dari PT Yonda Sejahtera Media ke PT Cahaya Utara Indopersada yang kepemilikan sahamnya, masing-masing Ronny Sahe (Komisaris Utama), Bernadus Wilson Lumi (Komisaris), Victor Layuk Dumalang (Direktur Utama), dan Billy Narande (Direktur).
Seiring dengan bergantinya manajemen, CSN pun berganti nama dan kembali memakai nama Cahaya Siang (tidak lagi memakai News); SKH Cahaya Siang. Di periode ini juga Cahaya Siang akhirnya tercatat di Dewan Pers, sebagai media yang terverifikasi secara administrasi (chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://dewanpers.or.id/assets/documents/perusahaan/686-FORM%20DETAIL%20SKH%20CAHAYA%20SIANG.pdf)

Selanjutnya, dengan semangat tak kenal menyerah, para awak...






