
CAHAYASIANG.ID // Tomohon – Keberhasilan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tomohon tahun 2020 dinilai sangat fantastis karena mampu menghentikan dominasi Partai Golkar yang sudah menguasai kepemimpinan daerah sejak Tomohon berpisah dari Kabupaten Minahasa pada tanggal 4 Agustus 2003.
Sayangnya, menurut para pengamat dan masyarakat umum, kehebatan dua kader PDIP yang menjadi Walikota dan Wakil Walikota Tomohon mulai tergerus, termasuk oleh “ketidak siapan” para pembantu mereka di kelurahan.
Seperti di Kelurahan Kayawu kecamatan Tomohon Utara, ada keputusan dan komando pemerintahan yang justru diduga dipegang oleh ketua Ranting Partai penguasa, dan bukan oleh Kepala Kelurahan.
“Ya, yang mengganti kami sebagai Linmas adalah Ketua Ranting PDIP. Dia yang jelaskan bahwa saya diganti karena umur sudah diatas 60 tahun. Pemberitahuan itu disampaikan pada tanggal 6 Juni 2022,” ungkap Elisa Moningka, kemarin.
Yang menyakitkan, kata dia, insentif Januari-Mei tidak diberikan.
“Padahal kami pemilih pak Carol Senduk dan pak Wenny Lumentut. Biar begitu, tapi insentiv kami harusnya dikasih. Harunya juga yang putuskan Lurah, tapi kenapa ketua Partai,” tambah Elisa.
Hal sama disampaikan oleh Hendrik Lasut dan Buang Lasut, dua personil Linmas berpengalaman.
“Sekarang Insentif memang sudah ada sebagian yang diberikan. Memang mungkin ketua Partai Kelurahan ditugaskan mengganti tapi jangan caranya begitu. Si ketua partai terlalu menyolok berkuasa. Pengurus partai berkuasa kelurahan waktu lalu ndak seperti ini,” ungkap mereka.
Sementara itu, Lurah Kayawu Ferry Pojoh, SPd menjelaskan, sebagai Lurah dirinya punya usulan Linmas ke Pemkot Tomohon.
“Waktu pengusulan, saya mengusulkan Linmas-linmas yang lama. Kalau ternyata yang keluar lain, ya, saya tidak tahu siapa yang mengusulkan nama-nama itu. Untuk insentif yang belum diterima oleh 10 yang lama, karena uang itu masuk ke-rekening Linmas yang baru. Tapi itu beres karena sudah dalam proses yang baik,” kata Pojoh.
Disisi lain, masalah pergantian karena usia sudah diatas 60 tahun jadi pergujingan yang lebih ramai.
“LP siketua Partai bilang, pak Camat tidak tahu aturan karena sebut Linmas tidak dibatasi usia 60 tahun. Masa pak Camat dibilang tidak tahu aturan,” ujar Elisa.
Penuturan para Linmas ini disampaikan oleh wartawan kepada...






