“Mengidentifikasi isu dilakukan dengan pemahaman secara komprehensif, untuk dapat menyiapkan mitigasi serta solusi terhadap isu yang berkembang,” ungkap Moeldoko.
PERCEPATAN PERKEMBANGAN LINGKUNGAN STRATEGIS
Selanjutnya, Ia menyampaikan, mengingat percepatan perkembangan lingkungan strategis.
“Perlu adanya pertimbangan agar Staf Ahli TNI dapat mengkoordinasikan seluruh pengolahan isu dengan lembaga lainnya, termasuk KSP. Hal ini untuk mencegah adanya masukan yang tumpang tindih dan inkonsisten,” pesan Moeldoko.
“Sinergi dengan lembaga lain penting untuk menegaskan stance Presiden. Contohnya dalam krisis pangan kemarin, info riil di lapangan saya sampaikan kepada Presiden. Termasuk dampak dari krisis pangan ini yang sangat besar harus diantisipasi. Jadi saya harap kalian harus berpikir lebih luas lagi,” sambung Moeldoko.
DISKUSI SECARA BERKALA DENGAN KEMENTERIAN DAN LEMBAGA TERKAIT
Moeldoko kemudian mengingatkan, Staf Ahli TNI untuk secara berkala berdiskusi dengan kementerian dan lembaga terkait, terutama pada isu-isu mendesak, serta hal-hal yang menjadi arahan Presiden untuk Panglima TNI.
“Keberadaan Staf Ahli dibutuhkan untuk menunjang strategi komunikasi yang lebih efektif. Kita perlu meningkatkan strategi komunikasi tentunya didukung data yang kuat,” tuturnya. (DYW*)
#Moeldoko
#RapatKoordinasi
#StafAhliTNI






