CAHAYASIANG.ID, JAKARTA – Dalam acara Rapat Koordinasi Staf Ahli TNI, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, sesuai keterangan pers sampai ke media ini, Selasa (19/12/2023).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, Staf Ahli TNI sebagai satuan yang melaksanakan aktivitas pengolahan dan penelaahan masalah nasional, maupun internasional, dalam mendukung pelaksanaan tugas Panglima TNI, harus peka terhadap isu yang berkembang.
“Staf Ahli TNI harus bisa menjadi penyeimbang, untuk itu harus diperkaya dengan data. Termasuk ikut serta dalam memproduksi ilmu baru,” ujar Moeldoko.
Menurut Panglima TNI Periode 2013-2015 tersebut, di tengah perubahan dunia yang tidak menentu, Staf Ahli TNI memiliki peran penting untuk meningkatkan sensitivitas terhadap isu untuk memperkaya informasi berbasis data.
Dari pengalamannya sebagai Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat, Dirinya menyebutkan, perlunya untuk berpikir secara complex, problem solving, critical thinking, kreatif dan inovatif dalam memberikan masukan kepada atasannya.
KUNCI STAF AHLI TNI ADALAH SUMBER DAYA MANUSIANYA
Ia juga menambahkan, kunci dari optimalnya fungsi Staf Ahli TNI terdapat pada sumber daya manusianya.
“Salah satu kriteria yang harus dimiliki oleh Staf Ahli adalah bagaimana membangun relasi dengan unit internal TNI, maupun dengan lembaga lainnya untuk mendukung proses pengambilan kebijakan yang lebih terukur,” kata Moeldoko.
“Staf Ahli TNI ini tidak hanya pemain belakang layar, (tetapi) harus banyak bicara termasuk dengan kementerian atau lembaga lain agar tahu situasi krusial di lapangan dan proyeksi ke depannya bagaimana karena dari kalian rekomendasi strategis dihasilkan,” lanjut Moeldoko.
NARASI ISU STRATEGIS DAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN
Moeldoko menekankan, Dalam membangun narasi isu strategis harus dilakukan dengan pengembangan kemampuan pengelolaan isu secara komprehensif.
Dia memberikan contoh posisinya sebagai Kepala Staf Presiden saat ini dengan mengelola isu strategis secara rutin.
“Mengidentifikasi isu dilakukan dengan pemahaman secara komprehensif, untuk...






