• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Thursday, 30 April 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Di Kompas Talk, Sayangkan Masalah Import Alpukat, Moeldoko: Sinting Kita » Page 2

Di Kompas Talk, Sayangkan Masalah Import Alpukat, Moeldoko: Sinting Kita

13/07/2023
in Ekonomi, Nasional, Pertanian
0
Share on FacebookShare on Twitter

“Mungkin kita happy makan kedelainya Jepang, edamame. Edamame itu, ditanam di Jember. Begitu keluar langsung di-packaging pakai bahasa Jepang. Itu dari Jember, Tenanan Iku (Benar Itu),” ungkapnya.

INDONESIA UNGGUL DI KOMODITAS TEMBAKAU, TAPI LADANG MAKIN BERKURANG

Moeldoko mengatakan, Indonesia punya keunggulan di komoditas tembakau. Hanya saja, seiring berjalannya waktu ladang tembakau semakin berkurang.

Padahal, menurut pandangan dirinya, Indonesia bisa menyuplai tembakau untuk industri cerutu.

“Padahal dulu Belanda telah menginventarisasi ladang-ladang tembakau. Kita memiliki tembakau Temanggung, memiliki tembakau Jember, memiliki tembakau Deli, memiliki tembakau di daerah-daerah yang lain. Hilang sekarang,” beber Moeldoko.

MOELDOKO SAYANGKAN THAILAND RAJAI PRODUK BUAH TROPIS

Moeldoko ajak sejumlah pihak, memikirkan cara mengoptimalkan produk pertanian Indonesia, termasuk melakukan inventarisasi produk-produk unggulan Indonesia.

Dirinya menekankan, buah tropis yang dihasilkan Indonesia banyak dibutuhkan oleh negara lain. Sebab, yang bisa menghasilkan buah tropis hanya negara-negara tertentu di kawasan ASEAN.

“Kenapa harus Thailand yang negaranya kecil seperti itu merajai itu? Kenapa sih Indonesia gak bisa? Kita memiliki varian tanah yang masing-masing punya keunggulan,” tambah Moeldoko. (Dego*)

Post Views: 4,695
Bagikan ini :
Page 2 of 2
Prev12
Previous Post

Jembatan Gantung di Kairagi Dibangun Oleh BPJN Bukan Balai Sungai, KABALAI : Demi Masyarakat Sekitar

Next Post

Balas Kamhar Lakumani, Demokrat KLB: Don Adam Itu, Mantan Caleg Pimpinan AHY

Next Post

Balas Kamhar Lakumani, Demokrat KLB: Don Adam Itu, Mantan Caleg Pimpinan AHY

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In