CAHAYASIANG.ID, SULUT – Pembangunan Jembatan Gantung Kairagi kini sudah selesai dibangun sejak tahun lalu, namun hingga kini masih menyisahkan tanda tanya bagi sejumlah awak media.
Dibalik megahnya Jembatan gantung Kairagi, yang menghubungkan warga kelurahan Kairagi satu, dengan warga kelurahan Kairagi Weru,
Masih tersimpan pertanyaan “Mengapa jembatan gantung tersebut dibangun dan dikerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional ( BPJN ) Sulut, bukan dibangun oleh Balai Sungai.”?
Sementara, di lokasi itu tidak masuk dalam Sistim Jaringan Jalan Nasional. Disitu hanya ada aliran sungai DAS Tondano yang melintas di sepanjang bantaran sungai kairagi.
Terkait hal itu Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio Ketika ditemui diruang kerjanya baru-baru ini menanggapi secara positif.
Dikatakannya, bahwa pembangunan jembatan itu merupakan kebijakan pusat.
“Iya, memang kami yang bangun. Demi masyarakat sekitar kami bangun Jembatan Gantung agar warga sekitar yang akan melakukan segala aktifitas dapat berjalan dengan baik. ” katanya

Sementara itu dari amatan wartawan media ini dilokasi jembatan gantung warga sekitar terlihat begitu senang melintas di jembatan yang disiapkan Pemerintah.
“Saya tidak takut lagi melewati jembatan gantung, kalau dulu sering takut karena jembatan waktu itu hanya terbuat dari kayu, kini aktifitas kami dapat berjalan lancar karena sudah memiliki jembatan yang baru. “Kata Nona gadis berambut oval yang biasa melintasi jembatan tersebut. (*Ivan)






