
CAHAYASIANG.ID, BITUNG — Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan dan akses layanan perbankan, Bank SulutGo (BSG) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Sosialisasi Literasi Keuangan bagi masyarakat pesisir.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 27 Februari 2026 ini dipusatkan di Aula S.H. Sarundajang, Kantor Wali Kota Bitung, dan dihadiri ratusan pelaku usaha perikanan serta warga pesisir.
Acara dibuka oleh Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat pesisir guna mendorong kesejahteraan berkelanjutan.
“Masyarakat pesisir adalah pilar ekonomi Bitung. Dengan literasi yang baik, kami berharap warga tidak lagi terjebak pada skema pinjaman ilegal dan lebih cerdas dalam menabung serta berinvestasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala OJK SulutGoMalut, Robert Sianipar, memberikan edukasi terkait kewaspadaan terhadap investasi bodong. Ia menegaskan kehadiran regulator bersama perbankan bertujuan membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan aman bagi masyarakat.
Dari sisi perbankan, Direktur Umum BSG, Joubert Dondokambey, menyampaikan komitmen BSG untuk terus menjadi mitra masyarakat Sulawesi Utara, khususnya dalam menghadirkan layanan keuangan yang sesuai dengan karakteristik profesi nelayan dan pedagang ikan.
Hal senada disampaikan Kepala Operasional Cabang BCA KCU Manado, Liantje Wawah, yang menyebut partisipasi BCA sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional peningkatan literasi keuangan di Indonesia Timur.
Dalam sosialisasi tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi penting, antara lain pengelolaan keuangan keluarga berbasis penghasilan musiman, pengenalan produk perbankan seperti tabungan dan kredit usaha mikro, serta edukasi keamanan transaksi digital guna menghindari phishing dan penipuan.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, penyerahan bantuan secara simbolis, serta pembukaan rekening bagi perwakilan masyarakat pesisir yang hadir, sebagai langkah nyata mendorong inklusi keuangan di wilayah pesisir.(*Red)






