CAHAYASIANG.ID, Manado — Yoshiyuki Kyomoto, CEO PT Tsubasa International Academy yang juga Presiden Direktur Tsubasa, melakukan penjajakan kerja sama dengan Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pihak, di antaranya James Mantiri dan I Dewa Ketut Darma Yasa, SS, serta Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo berserta jajaran, 2 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Yoshiyuki Kyomoto menegaskan pentingnya penguatan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh, yang meliputi knowledge (pengetahuan), skills (keterampilan), dan attitude (sikap).
“Knowledge bisa kita ajarkan, skill juga bisa kita latih. Tetapi attitude berkembang secara nyata di dunia kerja. Kita tahu etos kerja orang Jepang itu rajin, pekerja keras, sopan, punya tata krama dan manners. Itu sangat penting, dan kami ingin mahasiswa memiliki karakter seperti itu,” ujarnya Alelo.
Ia menambahkan, dunia industri saat ini tidak semata-mata menuntut Indeks Prestasi (IP) yang tinggi. Menurutnya, memiliki IP 4,0 bukan satu-satunya ukuran keberhasilan jika tidak diimbangi dengan sikap dan kemampuan sosial yang baik.
“Industri membutuhkan orang-orang yang punya sopan santun, tata krama, mampu bekerja sama, mampu menangani perbedaan budaya (cross cultural differences), tahu bagaimana menghadapi atasan, orang tua, dan rekan kerja. Itu yang dibutuhkan saat ini,” jelasnya.
Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, menyambut baik penjajakan kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan Tsubasa International Academy dapat menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja internasional.
Menurutnya, kampus dapat memfasilitasi penguatan kompetensi dasar, namun pembentukan karakter dan profesionalisme akan semakin matang ketika mahasiswa terjun langsung di lingkungan kerja nyata.
“Ketika mereka berhadapan dengan dunia kerja internasional, di situlah mereka benar-benar belajar dan memahami bagaimana standar kerja global,” ungkapnya.
Selain penguatan karakter, kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bahasa asing mahasiswa, khususnya bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Dengan interaksi langsung bersama mitra dan tamu asing, mahasiswa akan terbiasa menghadapi situasi lintas budaya dan komunikasi global.
Penjajakan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret antara Tsubasa International Academy dari Jepang dan Politeknik Negeri Manado, guna mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, beretika, dan siap bersaing di tingkat internasional.(*RS)
https://polimdo.ac.id/polimdo-terima-kunjungan-pt-tsubasa-international-academy/





