
CAHAYASIANG.ID, MINAHASA SELATAN — Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun Anggaran 2026 di Desa Molinow, Kabupaten Minahasa Selatan, menuai sorotan. Persoalan mencuat setelah terdapat perbedaan antara hasil Musyawarah Desa (Musdes) mengenai calon penerima BLT-DD dengan daftar penerima yang disebut terealisasi.
Sejumlah pihak mempertanyakan hilangnya satu nama keluarga calon penerima yang sebelumnya disebut telah disepakati dalam Musdes. Persoalan tersebut kini menjadi perhatian karena menyangkut transparansi pengelolaan Dana Desa serta mekanisme penetapan penerima bantuan.
Berdasarkan penelusuran media ini kepada pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut, keluarga Tatuil-Taher disebut telah masuk dalam hasil kesepakatan Musdes sebagai penerima BLT-DD 2026. Namun, keluarga tersebut dikabarkan tidak menerima bantuan dan justru disebut akan diusulkan kembali pada tahun berikutnya.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan: apakah perubahan daftar penerima telah melalui mekanisme desa yang semestinya, atau dilakukan tanpa persetujuan forum desa?
Hukum Tua: Hanya Lima Keluarga
Media ini kemudian menghubungi Hukum Tua Desa Molinow, Denny Polke Schalwyk, untuk meminta klarifikasi mengenai informasi tersebut.
Dalam keterangannya melalui WhatsApp, Schalwyk membantah bahwa keluarga yang dipersoalkan telah masuk dalam daftar penerima BLT-DD Tahun 2026.
“Ya sesuai musyawarah cuma 5 keluarga,” jelas Schalwyk.
Ketika ditanyakan mengenai keluarga Tatuil-Taher yang disebut sebelumnya masuk dalam hasil Musdes, Schalwyk menjelaskan bahwa nama tersebut belum masuk dalam daftar penerima.
“Belum masuk. Makanya Kumtua bilang nanti akan diupayakan taon depan sesuai musyawarah juga,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penting untuk dikonfirmasi lebih lanjut karena terdapat keterangan berbeda dari pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Molinow mengenai jumlah penerima yang telah disepakati melalui Musdes.
Ketua BPD Bantah Hanya Lima Penerima
Ketua BPD Desa Molinow, Willi Sinubu, memberikan keterangan...


