Ia menjawab, Itu sepenuhnya merupakan masalah mereka sendiri, yang seharusnya tidak perlu mengarahkan rasa bersalah dan kejengkelannya tersebut, dengan main tuduh terhadap kami, para pengurus Partai Demokrat KLB pimpinan Pak Moeldoko.
“Kami semua memang menyadari, bahwa Keluarga Cikeas saat ini memang sudah pasti sedang galau tingkat tinggi. Betapa tidak, AHY yang menjadi satu-satunya harapan dari Keluarga Cikeas bersama penyembahnya masih saja tidak laku dijual kemana-mana,” ejeknya.
Sembari Meledek, Dirinya berkata, Spanduk dan Baliho bergambar AHY sudah dipasang bertahun-tahun dari mulai pelosok-pelosok desa di seluruh Indonesia hingga sampai di jantung Ibu Kota, namun hasilnya tetap nihil dan tidak ada satupun Parpol atau Bacapres yang mau meminangnya untuk menjadi Bacawapres.
SINDIR AHY, DEMOKRAT KLB ANJURKAN MANDI DI TUJUH SUMUR
Namun, Saiful Huda Ems menuturkan, Sebagai sesama manusia, kami tentu sangat prihatin menyaksikan keadaan tragis yang menimpa AHY ini, untuknya kadang terbersit di benak kami untuk sesekali mengadakan ruwatan besar.
“Misalnya mengajak AHY untuk mencari makam-makam keramat, dan memandikan AHY di tujuh sumur, dan berendam dengan tujuh kembang, agar kiranya AHY dijauhkan dari kesialan pencapresannya. Siapa tau dengan acara ruwatan besar semacam itu AHY mendadak dilamar oleh elite partai lain, dan dijadikan bacawapresnya Amien Rais,” timpalnya.
Punggawa KLB Demokrat itupun, memberikan masukan, AHY tidak perlu berharap banyak untuk disahkan oleh KPU, karena yang terpenting spanduk dan balihonya tersebar dimana-mana itu sudah merupakan suatu kejutan.
Bayangkan kalau spanduk AHY dan Amien Rais bertebaran dimana-mana dan bertuliskan Pasangan Capres-Cawapres Masa Depan, tentu itu suatu hal yang sangat spektakuler bukan?
“Ya Capres-Cawapres Masa Depan, bukan Masa Kini, yang berarti AHY masih harus menunggu beberapa tahun lagi setelah Pilpres 2024. Semoga dukungan ini menjadi obat AHY dan para pengikutnya yang sedang galau dan sakit hati,” ledeknya. (Dego*)






