“Harapan kita bagaimana mensikronkan itu. Kalau ini masih abu-abu kondisinya, bisa merugikan masyarakat kita sendiri,” jabar KSP Moeldoko menjelaskan.
ASOSIASI KRATOM AMERIKA SERIKAT APRESIASI KANTOR STAF PRESIDEN
Senada dengan itu, perwakilan Asosiasi Kratom Amerika Serikat, Charles McClain Haddow mengapresiasi langkah Kantor Staf Presiden yang telah menginisiasi FGD terkait kebijakan kratom.
Charles McClain Haddow menilai diskusi tersebut dapat membuka informasi lebih besar tentang Kratom, sehingga Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat dapat lebih mengetahui manfaat Kratom bagi kesehatan.
“Manfaat dari kratom akan menjangkau lebih banyak orang lagi. Diskusi ini juga membuka saluran komunikasi dengan sains, dan penting untuk ekonomi terutama bagi petani kratom Indonesia,” beber Charles McClain Haddow.
APPURI HARAP PEMERINTAH BERIKAN JALAN KELUAR BAGI PETANI
Sementara itu, Ketua Appuri Ibrahim menyebutkan, Produksi Kratom, di Kalimantan Barat yang bisa diekspor saat ini mencapai 3.000 ton per bulan.
Menurut Penjabaran Ibrahim, Indonesia mampu memenuhi setengah dari kebutuhan pasar dunia yang mencapai 5.000 ton, setiap bulannya.
“Kami berharap pemerintah memberikan jalan keluar agar petani kita bisa sejahtera,” ungkap Ibrahim. (Dego*)





