CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Dalam FGD mengenai kebijakan komoditas kratom yang dihadiri perwakilan Asosiasi Kratom Amerika Serikat, Asosiasi Petani Purik Indonesia (Appuri), Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, BRIN, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Badan Narkotika Nasional (BNN), Rabu (26/7/23).

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengingatkan para pihak terkait, Tak gegabah dalam menyikapi persoalan tanaman Kratom (mitragyna speciosa).
Lulusan terbaik Akmil tahun 1980 dari kecabangan infanteri itupun memberikan penilaian, Kratom memiliki sisi positif.
“Kratom itu, pohon yang punya sisi positif. Jangan kita berpikir simple, Kita cari solusi terbaik buat masyarakat. Kalau tidak mau pusing, ya jangan jadi pejabat,” kata Moeldoko saat berbicara di FGD.
MOELDOKO DORONG BRIN PERCEPAT RISET TANAMAN KRATOM
Melihat Potensi, Moeldoko mendorong BRIN mempercepat risetnya terkait tanaman Kratom karena dinilai mempunyai potensi ekonomi yang tinggi.
Menurut KSAD terpendek di sejarah TNI itu, Selama ini, potensi ekonomi tanaman Kratom tidak dapat dimaksimalkan lantaran stigma negatif sebagai zat adiktif.
Ia menyebutkan, Kratom menjadi salah satu komoditas yang dibutuhkan oleh Amerika Serikat.
“Indonesia salah satu negara penghasil Kratom, dan konsumsi publik Amerika terhadap kratom sangat tinggi. Kita ingin supply and demand ini tidak ada hambatan,” ucap Panglima TNI tahun 2013-2015 tersebut.
EKSPOR KRATOM KE AMERIKA SERIKAT MASIH TERDAPAT HAMBATAN
Moeldoko menjelaskan, Selama ini ekspor tanaman kratom ke Amerika Serikat masih mendapatkan hambatan lantaran disebut masuk dalam golongan psikotropika.
Karena itu, Dia mengklaim, Pemerintah melalui BRIN sedang melakukan penelitian tentang kandungan tanaman kratom guna menentukan apakah masuk dalam golongan psikotropika atau tidak.
"Harapan kita bagaimana mensikronkan itu. Kalau ini masih...





