Pesawat itu pecah dalam penerbangan sebelum tumbukan, dimana para penyelidik menyimpulkan bahwa pesawat itu dalam “keadaan kritis dan tidak dapat dipulihkan”.
Sistim navigasi inersia (INS) adalah merupakan sebuah bantuan navigasi yang menggunakan sensor computer, gerak (accelerometers) dan sensor rotasi (giroskop) untuk menghitung posisi, orientasi dan kecepatan bergerak obyek tanpa referensi eksternal.
Berbeda halnya GPS (Global Positioning System) yang memerlukan stasiun atau penentuan letak di permukaan bumi dengan penyelarasan sinyal satelit, IRS (Inertial Reference System) menggunakan efek inertial untuk mengetahui posisi koordinat tanpa ketergantungan penuh pada sinyal satelit sehingga tepat digunakan pada kendaraan yang bergerak secara bebas di masa kini seperti halnya pesawat, kapal selam, rudal dan pesawat ruang angkasa.
Sistim navigasi di masa kini melalui teknologi GPS maupun sensor pada IRS atau INS jauh lebih moderen dibandingkan dengan penggunaan kompas secara manual pada era dan masa sebelumnya.
Hal ini membuat adanya ketergantungan oleh karena kemudahan dan keakurasian sistim navigasi ini dibandingkan menggunakan manual Kompas, meskipun resiko terjadinya kerusakan maupun bias pada pembacaan sensor tetap selalu ada.
Pada kasus Adam Air, penelusuran catatan teknis (technical log) dalam laporan perawatan pesawat pada periode Oktober hingga Desember 2006 ditemukan kerusakan terkait INS (Inertial Navigation System) ini terjadi sebanyak 154 kali.
Hal itu mengindikasikan bahwa terdapat lebih dari 51 atau jika boleh dirata-ratakan lebih dari satu kasus per hari terjadi kerusakan atau gangguan yang terkait dengan sistim navigasi pesawat Adam Air.
Mungkin bagi mereka yang sehari-harinya berkecimpung di bidang industri penerbangan, ini merupakan hal yang biasa sepanjang gangguan dan kerusakan yang ditemui dapat langsung ditangani dan pesawat kemudian dinyatakan layak untuk beroperasi.
Namun mempertimbangkan kritikalitas dan konsekuensi pada akibat maka tentunya ini ikut menjadi hal yang serius.
Komite nasional keselamatan transportasi Amerika Serikat (National Transportation Safety Board-NTSB) yang melakukan kajian terhadap statistic kecelakaan penerbangan yang terjadi pada kurun waktu 1982 hingga 2019 di seluruh dunia menyimpulkan bahwa faktor human error pada pilot sebesar 53%, kegagalan mekanis 21% dan kondisi alam atau cuaca 11%.
Tahun 2023 adalah tahun persiapan bagi bangsa kita untuk menentukan pilihan pada tahun 2024 untuk siapa yang tepat memimpin.
Baik itu bagi kita untuk memilih pemimpin negara,...






