
CAHAYASIANG.ID, MANADO – Ajang bergengsi tarik suara di sulawesi utara yang bertajuk Sulut Idol 2026 yang merupakan ajang dan kompetisi bergengsi pertama kalinya yang di selenggarakan guna menggali dan membina talenta-talenta mudah di Sulawesi Utara tercoreng.
Ajang yang seharusnya menjadi pusat perhatian halayak ramai khususnya masyarakat Sulawesi hanya menjadi seperti ajang yang biasa-biasa saja, antusias masyarakat yang hadir sangatlah minim bahkan bisa di hitung dengan jari.
Bahkan bukan hanya itu di sisi persiapan panitia penyelenggara di nial kurang maksimal sehingga kehadiran Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H. yang mewakili Gubernur serta membawakan sambutan Gubernur Sulawesi Utara terlihat kurang nyaman sehingga Wakil Gubernur Langsung Pamit Pulang Setelah Membawakan Sambutan.
Kesiapan panitia penyelenggara yang kurang matang terlihat dari berbagi sisi termasuk kurangnya brifing terhada pemandu acara sehingga terjadi blunder ketika kehadiran Wakil Gubernur sehingga diduga menjadi salah satu poin Wakil Gubernur angkat kaki.
Kejadian yang cukup janggal juga di pertontonkan panitia ketika acara sementara berlangsung dengan seketika merubah aturan presentasi penilaian, pada saat konferensi pers beberapa waktu lalu panitia dengan gamblang menjelaskan kepada seluruh media bahwa sistim penilaian yaitu dengan prestasi 70 – 30, 70 % dari jumlah like sosmen dalam hal ini masyarakat dan 30 % dari panelis atau dewan juri, namun ketika para peserta selesai menampilkan penampilan terbaik mereka di ajang Grand Final pada Minggu 18/10 panitia seketika merubah menjadi Panelis 70 % dan Masyarakat 30 %.
Hal ini menimbulkan kebingungan di antara peserta dan para hadirin yang notabene para pendukung sebab mengapa ketika di penghujung acara baru di ganti.
Publik meminta trasparansi panitia penyelenggara termasuk penggunaan anggaran yang begitu besar sebab ini membawa nama sulut agar supaya nama baik Sulawesi Utara tidak tercoreng.
(*Ezra.T)


