CAHAYASIANG.ID, Manado – Akademisi Ferry Daud Liando berpandangan, Pemilu 2024 kemungkinan besar akan sulit terhindar dari dinamika hoax atau penyebaran berita bohong.
Hal tersebut dikatakannya pada seminar “Strategi Mencegah Hoax Pemilu 2024 yang di gelar intelkam Polda Sulut, di Hotel Whize Manado, Jumat (1/12/23).

Menurut Akademisi Kepemiluan Ferry Daud Liando, Jika penyebaran hoax tidak dicegah maka ada 3 peristiwa besar yang kemungkinan akan terjadi.
Pertama, potensi akan terjadinya konflik. Baik konflik antar peserta, konflik antar pendukung maupun konflik sosial di masyarakat.
“Konflik bisa terjadi karena proses politik adu domba atau propaganda akibat hoax,” kata Ferry Daud Liando.
Kedua, jika tidak di cegah maka berpotensi adanya delegitimasi hasil pemilu.
“Hal ini akan berbahaya, karena bisa saja pendukung atau tim pemenangan dari calon yang kalah akan membuat perhitutungan atas kekalahannya itu,” ujar Ferry Daud Liando.
“Jikapun hasil pemilu dapat di terima, namun dukungan atas pemerintahan yang berkuasa sangat lemah akibat keyakinan masyarakat yang keliru karena penyebaran berita hoax,” sambung Ferry Daud Liando.
“Ketika jika hoax tidak dicegah bisa jadi akan mempengaruhi pilihan publik atas salah satu calon. Calon yang baik akan di anggap buruk. Pemilu yang seharunya bertujuan terpilihnya orang-orang baik maka, hoax akan mengubah terpilihnya calon-calon yang tidak baik,” lanjut Ferry Daud Liando.

Ketiga, Opini pemilih terhadap calon sehingga tidak dipilih.
“Sebaliknya calon yang buruk akan dinilai baik sehingga mempengaruhi pilihan publik,” ungkap Ferry Daud Liando.
Selain itu, Salah satu pengurus pusat Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) ini mengatakan, terdapat Empat Pemicu Terjadinya Penebaran Berita Hoax.
Pertama, adanya kepentingan politik. Pemilu adalah kontestasi atau...






